SUMENEP, 6 Juni (Selaksa) – Kapal layar motor (KLM) Putra Bahari GT.06 yang mengangkut sembako mengalami kandas lalu karam di kolam Pelabuhan Rakyat Dungkek, Sumenep, Kamis dini hari.
Kapal yang diketahui milik H. Tayyib itu hendak berlayar menuju Pelabuhan Ketupat di Kecamatan/Pulau Raas, Sumenep.
Insiden tersebut bermula saat kapal berangkat dari pelabuhan rakyat Dungkek sekitar pukul 01.00 WIB. Baru sekitar 200 meter meninggalkan dermaga, kapal mengalami gangguan mesin di tengah gelombang laut.
“Kapal sempat lego jangkar, tapi karena ombak cukup kuat, jangkar tidak mampu menahan posisi kapal. Akibatnya kapal terbawa arus ke perairan dangkal dan membentur karang,” tutur Plt. Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.
Benturan tersebut menyebabkan lambung kapal bocor dan air masuk dengan cepat. Pada pukul 02.30 WIB, KLM Putra Bahari pun karam di sekitar 200 meter dari bibir Pelabuhan Dungkek.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Seluruh awak kapal yang berjumlah empat orang selamat. Mereka adalah Sulaiman (45), selaku nakhoda, Sahamo (50), Said (50), dan Juhni (46) sebagai ABK. Semuanya berasal dari Dusun Gersetan, Desa Ketupat, Kecamatan Raas.
Akibat kejadian itu, sebagian muatan kapal yang terdiri dari sembako, seperti air mineral, mi instan, dan beras, berhasil diamankan oleh pemilik barang. Namun sebagian lainnya dibiarkan mengambang hingga ke bibir pantai.
Evakuasi kapal dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan bantuan penyelam lokal dari Kecamatan Raas, tiga unit mesin alkon, dan satu kapal bantuan.
Sekitar pukul 17.30 WIB, kapal berhasil ditarik dan dibawa kembali ke pelabuhan rakyat Dungkek untuk proses perbaikan lebih lanjut.
“Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp30 juta,” tambah AKP Widiarti, lebih lanjut. (Al/Red)
