SELAKSA, 26 April 2026 – Ketua DPD Jawa Timur PDI Perjuangan, MH Said Abdullah, menegaskan pentingnya peran kader muda dalam struktur kepengurusan partai, khususnya di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) Kabupaten Sumenep.
Hal itu disampaikan Said saat menghadiri Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PDI Perjuangan se-Kabupaten Sumenep di Islamic Centre Bindara Saod, Minggu (26/4/2026), yang diikuti ribuan kader.
Menurut Said, regenerasi bukan sekadar slogan, melainkan keharusan dalam tubuh partai. Karena itu, komposisi kepengurusan harus memberi ruang besar bagi generasi muda.
“Memang ada ketentuan di kami, seluruh pengurus PAC minimal 30 persen harus berusia maksimal 35 tahun. Sedangkan untuk KSB, salah satunya minimal usianya di bawah 35,” ujar Said.
Ia menilai kehadiran kader muda akan menjadi energi baru dalam menghadapi dinamika politik ke depan, termasuk menuju Pemilu 2029. Regenerasi yang berjalan dinilai bisa memperkuat mesin partai hingga ke tingkat bawah.
Said juga menegaskan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai kader yang konsisten menjalankan proses kaderisasi secara berjenjang.
“PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai yang konsisten melakukan rekaderisasi. Kami terbiasa setiap tiga bulan melakukan kaderisasi internal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Said mengingatkan bahwa menjadi pengurus partai bukan sekadar simbol. Ia meminta kader memahami ideologi partai secara mendalam.
“Bukan masuk ke PDI Perjuangan hanya gagah-gagahan. Kita punya ideologi yang kuat,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya disiplin organisasi. Menurutnya, partai tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap kader yang melanggar aturan.
“Jangan sekali-kali melanggar aturan partai. Sekali melanggar, akan ada tindakan tegas,” pungkasnya. (Al/Red)
