Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Bupati Sumenep Minta Kepala Desa Segera Laporkan Wilayah Terdampak Kekeringan

Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak

Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Bupati Sumenep Minta Kepala Desa Segera Laporkan Wilayah Terdampak Kekeringan
  • Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak
  • Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin
  • Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur
  • “MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026
  • Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep
  • Bupati Fauzi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep
  • Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Ramadan, Ruang Menjernihkan Nurani

Ramadan, Ruang Menjernihkan Nurani

  • Maret 3, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SELAKSA – Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Ia lebih dari itu: sebuah ruang untuk membersihkan hati dan menajamkan pikiran.

Di bulan ini, umat Islam diajak untuk menekan ego, meredam amarah, dan menumbuhkan empati. Ramadan, pada hakikatnya, adalah proses kembali kepada fitrah kemanusiaan sekaligus kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri, bukan sekadar menggugurkan kewajiban ibadah.

Ada pesan mendalam di balik puasa: menahan bukan hanya soal perut, tapi juga tentang mengekang hasrat-hasrat destruktif yang kerap menguasai manusia.

Dalam skala yang lebih luas, Ramadan seharusnya juga menjadi momentum bagi pejabat publik dan pemangku kepentingan untuk bercermin. Ramadan mengajarkan nilai-nilai kejujuran, ketulusan, dan kepedulian sosial—tiga prinsip yang seharusnya menjadi landasan kebijakan publik.

Jika puasa mengajarkan kesabaran, maka mestinya tak ada ruang bagi pemimpin yang tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa pertimbangan matang. Jika Ramadan menumbuhkan kepekaan sosial, maka tak seharusnya ada kesenjangan yang dibiarkan menganga.

Pada akhirnya, Ramadan adalah ujian. Bukan hanya bagi individu yang menjalankannya, tetapi juga bagi masyarakat dan para pemimpinnya.

Pertanyaannya, apakah setelah Ramadan berlalu, nilai-nilai yang dikandungnya akan tetap melekat, atau sekadar menjadi ritual tahunan tanpa makna? Ramadan, seharusnya, bukan hanya soal menahan lapar, tetapi juga soal menajamkan nurani. (*)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI

SelaksaJuni 18, 2026

Pemkab Sumenep Klaim Kinerja Pembangunan 2025 Sangat Berhasil, Capaian Indikator Tembus 153,90 Persen

Pemkab Sumenep Bantu Lansia Korban Kebakaran di Pulau Giliraja

Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Sumenep Raih WTP 9 Kali Beruntun, Wabup: Jadikan Motivasi Perbaiki Tata Kelola

Berita Terbaru

Bupati Sumenep Minta Kepala Desa Segera Laporkan Wilayah Terdampak Kekeringan

Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak

Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin

Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.