SUMENEP, 17 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengklaim capaian kinerja pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 berada pada kategori sangat berhasil. Klaim tersebut didasarkan pada hasil evaluasi sejumlah indikator pembangunan yang menjadi tolok ukur kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim saat membacakan Nota Penjelasan Bupati terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumenep, Rabu.
Dalam pemaparannya, Kiai Imam menjelaskan bahwa capaian pembangunan daerah diukur melalui indikator yang tercantum dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2025.
Menurutnya, selain enam indikator utama pembangunan, terdapat 17 sasaran strategis yang diukur melalui 25 indikator kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja pemerintah daerah.
“Selain enam indikator kinerja, terdapat 17 sasaran strategis dengan 25 indikator kinerja. Predikat Capaian Indikator Kinerja Sasaran yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sumenep 2025 berdasarkan rata-rata capaian realisasi yakni 153,90 persen atau sangat berhasil,” kata Kiai Imam di hadapan anggota DPRD.
Enam indikator utama yang menjadi ukuran keberhasilan pembangunan daerah meliputi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan, laju pertumbuhan ekonomi, gini ratio, indeks reformasi birokrasi, serta penurunan emisi gas rumah kaca kumulatif.
Pemkab Sumenep menilai capaian tersebut merupakan hasil dari pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah dirancang dalam dokumen perencanaan daerah dan dijalankan secara terukur selama tahun anggaran 2025.
Data yang disampaikan dalam rapat paripurna menunjukkan, sepanjang tahun 2025 pemerintah daerah melaksanakan 242 program, 470 kegiatan, dan 634 subkegiatan yang dijalankan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep.
Ratusan program tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian visi pembangunan daerah melalui sejumlah misi strategis yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, inovatif dan responsif dalam melayani masyarakat,” ujar Imam saat menjelaskan salah satu misi pembangunan daerah.
Salah satu fokus utama pembangunan adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis kawasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Selain peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur juga tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Pemkab Sumenep menargetkan pemerataan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.
Di akhir penyampaiannya, Kiai Imam berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan pada tahun-tahun mendatang.
“Untuk itu, kami mohon dukungan dari segenap anggota DPRD dan seluruh elemen masyarakat, untuk peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintahan di tahun mendatang,” tambahnya. (Al/Red)
