Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep
  • Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah
  • Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan
  • Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat
  • Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Kapasitas Kader Posyandu di Desa Langsar
  • Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu Budayakan Hidup Bersih dan Sehat
  • Karnaval Kemerdekaan di Karang Anyar Sumenep, Warga Karang Tampilkan Ragam Budaya Lokal
  • JMSI Sumenep tanam 1.500 bibit mangrove, Sekda Sumenep: ini investasi untuk masa depan
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep

Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep

  • Juni 21, 2026
  • No Comments

BAGIKAN

Logo Hari Jadi Ke-758 Sumenep
  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP, 21 Juni 2026  – Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi memperkenalkan logo Hari Jadi ke-758 yang mengusung tema “Songennep Sodek Parjuga”. Tari Sintong, keris, batik, dan simbol migas menjadi elemen utama.

Logo karya Choirurrahman itu memadukan sejumlah simbol budaya dan potensi daerah yang masing-masing memiliki makna filosofis tentang karakter masyarakat serta arah pembangunan Sumenep.

Elemen utama dalam logo adalah Tari Sintong, yang melambangkan keteguhan nilai, keluhuran budi, serta keharmonisan budaya dan spiritualitas. Gerak tari itu mencerminkan karakter masyarakat Sumenep yang santun, berprinsip, dan berwibawa.

Selain itu, terdapat simbol keris yang menjadi representasi kehormatan, keberanian, dan kebijaksanaan. Simbol ini sekaligus menegaskan identitas Sumenep sebagai Kota Keris yang dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.

Unsur batik juga hadir sebagai lambang kekayaan budaya, kreativitas, dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, simbol migas menggambarkan potensi sumber daya alam Kabupaten Sumenep yang menjadi salah satu penggerak pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dari sisi warna, logo didominasi tiga warna utama yang memiliki makna berbeda.

Warna merah melambangkan keberanian, semangat juang, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Warna kuning mencerminkan kejayaan, kemuliaan, serta harapan akan masa depan Kabupaten Sumenep yang lebih maju dan sejahtera.

Adapun warna hijau melambangkan kesejukan, kerukunan, dan keharmonisan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat.

Angka 758 dalam logo tidak hanya menunjukkan usia Kabupaten Sumenep, tapi juga merepresentasikan tema “Songennep Sodek Parjuga”, yakni perjalanan panjang daerah yang berakar pada budaya, menjunjung kebijaksanaan, dan terus mengukir kemajuan yang bermartabat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo berharap filosofi yang terkandung dalam logo tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.

Menurut dia, semangat yang tergambar dalam logo Hari Jadi ke-758 harus menjadi pengingat bahwa kemajuan Sumenep hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi, gotong royong, dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Melalui logo ini, kami ingin menghadirkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya. (Ads/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

SelaksaSeptember 4, 2026

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Pemkab Sumenep koordinasi penguatan akses pelayaran warga kepulauan dengan Kemenhub

Pemkab Sumenep gelar syukuran HUT ke-81 kemerdekaan RI

Bakesbangpol Sumenep apresiasi keterlibatan parpol dan ormas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Kapasitas Kader Posyandu di Desa Langsar

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.