SUMENEP, 1 Januari (Selaksa) – Angka kecelakaan lalu lintas (laka-lantas) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengalami peningkatan pada tahun 2024 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 395 kasus kecelakaan lalu lintas. Angka ini sedikit naik dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 393 kasus.
“Secara kuantitas, angka ini naik dibandingkan tahun 2023 yang berjumlah 393 kejadian,” kata AKBP Henri dalam konferensi pers akhir tahun pada Selasa, 31 Desember 2024.
Akibat kecelakaan tersebut, sebanyak 41 orang meninggal dunia sepanjang 2024. Selain itu, korban luka berat tercatat sebanyak 13 orang, sementara korban luka ringan mencapai 552 orang.
“Kami akan terus meningkatkan upaya preventif dan edukasi kepada masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas. Karena kecelakaan lalu lintas paling sering terjadi akibat pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas,” tegasnya.
Selain peningkatan jumlah kecelakaan, Polres Sumenep juga mencatat kenaikan kasus pelanggaran lalu lintas. Pada 2024, tercatat sebanyak 4.826 kasus tilang, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3.167 kasus.
“Selama periode Januari-Desember 2024, Satuan Lalu Lintas Polres Sumenep juga berhasil mengungkap 40 kasus tabrak lari,” tambah AKBP Henri. (Al/Red)
