Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Dua pria ditangkap polisi usai diduga bobol ruko di Masalembu, ponsel dan puluhan bungkus rokok disita

Pengurus KJS periode 2026-2029, komitmen perkuat pengawasan publik

Bupati Sumenep minta pabrikan patuhi TIHT 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Dua pria ditangkap polisi usai diduga bobol ruko di Masalembu, ponsel dan puluhan bungkus rokok disita
  • Pengurus KJS periode 2026-2029, komitmen perkuat pengawasan publik
  • Bupati Sumenep minta pabrikan patuhi TIHT 2026
  • JMSI Sumenep minta Polresta benahi kemitraan dengan media, Kapolresta: kami tidak antikritik
  • M. Hariri Kembali Terpilih sebagai Ketua KJS Periode 2026-2029
  • Tokoh Muda Sumenep Nilai Don Muzakir Punya Kapasitas Isi Posisi Wamentan
  • Said Abdullah salurkan dana reses untuk renovasi rumah warga
  • Bupati Sumenep Lantik 5 Pejabat, Tekankan Reformasi Birokrasi dan Evaluasi Berkala
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Ratusan Sapi di Sumenep Terjangkit Penyakit

Ratusan Sapi di Sumenep Terjangkit Penyakit

  • Desember 31, 2024
  • No Comments

BAGIKAN

Oplus_0
  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

Sumenep – Wabah penyakit yang menyerang ratusan sapi di Desa Prancak, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, memaksa warga menjual ternak mereka dengan harga jauh di bawah standar.

Novil Hasbi, salah seorang warga setempat, mengatakan penyakit yang menyerang ternak ini mulai muncul sekitar satu bulan lalu. Sejak itu, sudah ada 30 hingga 40 ekor sapi yang mati.

“Sudah sekitar 150 ekor sapi dijual warga karena sakit. Kalau yang mati sekitar 30 sampai 40 ekor. Ini sejak satu bulan terakhir,” ungkap Hasbi, Senin, 30 Desember 2024.

Menurutnya, warga terpaksa menjual sapi yang sakit untuk menghindari kerugian lebih besar jika ternak mereka mati. Harga jual pun anjlok, bahkan hanya separuh dari harga normal.

Misalnya, jika biasanya bisa dijual hingga Rp12 hingga Rp15 juta, tapi sekarang hanya dihargai Rp6 juta sampai Rp8 juta akibat terserang penyakit.

“Kalau anak sapi, ada yang hanya laku Rp500 ribu, padahal harga normalnya bisa Rp4 juta hingga Rp5 juta,” keluh Hasbi.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk memberikan solusi, baik berupa pengobatan massal maupun langkah pencegahan agar penyakit ini tidak semakin menyebar.

“Kami harap ada solusi secepatnya. Jangan sampai wabah ini terus berlanjut dan semakin merugikan warga,” pungkas Hasbi. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Bupati Sumenep minta pabrikan patuhi TIHT 2026

SelaksaJuli 30, 2026

Bupati Sumenep Lantik 5 Pejabat, Tekankan Reformasi Birokrasi dan Evaluasi Berkala

Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI

Pemkab Sumenep Klaim Kinerja Pembangunan 2025 Sangat Berhasil, Capaian Indikator Tembus 153,90 Persen

Pemkab Sumenep Bantu Lansia Korban Kebakaran di Pulau Giliraja

Berita Terbaru

Dua pria ditangkap polisi usai diduga bobol ruko di Masalembu, ponsel dan puluhan bungkus rokok disita

Pengurus KJS periode 2026-2029, komitmen perkuat pengawasan publik

Bupati Sumenep minta pabrikan patuhi TIHT 2026

JMSI Sumenep minta Polresta benahi kemitraan dengan media, Kapolresta: kami tidak antikritik

M. Hariri Kembali Terpilih sebagai Ketua KJS Periode 2026-2029

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.