Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak

Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin

Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak
  • Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin
  • Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur
  • “MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026
  • Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep
  • Bupati Fauzi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep
  • Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI
  • Pemkab Sumenep Klaim Kinerja Pembangunan 2025 Sangat Berhasil, Capaian Indikator Tembus 153,90 Persen
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda ยป Perempuan dalam Gubuk dan Diam yang Panjang itu Bernama Arbami

Perempuan dalam Gubuk dan Diam yang Panjang itu Bernama Arbami

  • April 24, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP, 24 April (Selaksa) – Di sebuah gubuk kecil berdinding bambu di Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, seorang perempuan bernama Arbami berdiam dalam keheningan yang nyaris ‘abadi’.

Wajahnya selalu murung, tatapan matanya kosong. Rambut lurusnya dibiarkan terurai lusuh. Sudah dua dekade lebih ia lumpuh.

Tak ada yang tahu pasti apa penyakitnya, tak ada pula yang mampu mengurai trauma yang mungkin bersarang di benaknya. Arbami sulit diajak bicara.

“Dia ditinggal mati oleh suaminya. Dia tidak bisa berjalan, akhirnya saya bawa pulang ke sini,” kata Mastuya, adik satu-satunya Arbami.

Arbami hidup tanpa anak. Ia bergantung sepenuhnya pada Mastuya yang juga hidup dalam kekurangan bersama suami dan empat anaknya dengan penghasilan tak menentu.

Meski begitu, Arbami nyaris tak pernah mendapat uluran tangan negara. Tak ada bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) maupun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyapanya.

“Seingat saya, bantuan untuk kakak saya hanya saat korona (Covid-19). Saya dan kakak mendapat uang Rp 300.000. Sebelumnya dan setelah itu, setelah korona, tidak pernah dapat bantuan apa pun,” tutur Mastuya.

Penelusuran Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Laziznu) Pengurus Cabang NU Sumenep menguatkan pengakuan Mastuya.

“Memang mereka, Arbami dan Mastuya, tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ucap A Quraisyi, perwakilan Laziznu PC NU Sumenep.

Melihat kondisi Arbami, Quraisyi menilai negara semestinya hadir. “Kebutuhannya jelas: sandang, pangan, dan layanan kesehatan. Ini tanggung jawab negara,” katanya.

Tim Laziznu sempat mencoba pengobatan dengan pendekatan thibbun nabawi atau pengobatan ala Nabi. Tubuh Arbami merespons. Namun, tanpa pendampingan medis dan latihan fisik rutin, kemajuan itu sulit dilanjutkan.

“Ibu Arbami ini mengalami gangguan fisik dan psikis. Kata adiknya, sudah sejak 25 tahun lalu,” ujar Quraisyi. “Kami sudah berkomunikasi dengan warga dan sepakat untuk bantu menghubungkan dengan pemerintah desa, Dinas Sosial, dan pendamping PKH.”

Sebagai bentuk kepedulian awal, Laziznu menyerahkan bantuan sembako, empat ekor ayam, dan sejumlah uang tunai. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI

SelaksaJuni 18, 2026

Pemkab Sumenep Klaim Kinerja Pembangunan 2025 Sangat Berhasil, Capaian Indikator Tembus 153,90 Persen

Pemkab Sumenep Bantu Lansia Korban Kebakaran di Pulau Giliraja

Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Sumenep Raih WTP 9 Kali Beruntun, Wabup: Jadikan Motivasi Perbaiki Tata Kelola

Berita Terbaru

Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak

Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin

Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.