Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi Paparkan 16 Penghargaan

Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep Digelar dengan Bahasa Madura

Peringati Hari Jadi ke-757, Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi Paparkan 16 Penghargaan
  • Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep Digelar dengan Bahasa Madura
  • Peringati Hari Jadi ke-757, Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura
  • AF Sport U-17 2026 Tuntas, Bupati Sumenep Apresiasi Talenta Muda
  • Warga Kangean Antusias Terima Bantuan Air Bersih dari BAZNAS Sumenep
  • DPRD-Pemkab Sumenep Sepakati Raperda APBD 2027, Wabup Sampaikan Apresiasi
  • DPRD Sumenep Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan APBD 2027
  • Disbudpar Jatim Dampingi 18 Event Siapkan Materi Kurasi KEN 2027
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Dua Hari Terombang-ambing, Enam Nelayan Asal Pasean Diselamatkan di Perairan Kangean

Dua Hari Terombang-ambing, Enam Nelayan Asal Pasean Diselamatkan di Perairan Kangean

  • Maret 28, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

Oplus_131072
  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP, 28 Maret (Selaksa) – Kamis (27/3) pagi, matahari belum sepenuhnya naik ketika Jupri dan kawan-kawan nelayannya mengarungi perairan Kangean. Di atas perahu motor Empat Saudara, mereka berniat mencari ikan di sekitar Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Sumenep. Namun, tak disangka, mereka justru menemukan enam pria yang mengibarkan bendera tanda bahaya di tengah laut.

Jupri segera mendekat. Enam pria itu terlihat lelah, dan wajah mereka menyiratkan kelelahan luar biasa. Dengan suara serak, salah seorang dari mereka mengaku sebagai Moh. Sai, nakhoda kapal yang karam dua hari sebelumnya.

Bersama lima rekannya, yaitu Hosen, Ali Wafa, Askuryadi, Johari, dan Adnan, Moh. Sai telah terombang-ambing di laut sejak Selasa (25/3) pagi setelah kapal mereka, Bintang Sempurna, tenggelam.

Berdasarkan keterangan Moh. Sai kepada petugas kepolisian, peristiwa tragis ini bermula pada Senin, 24 Maret 2025. Keenam warga asal Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan itu berlayar dari Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep, membawa 220 meter kubik kayu gelam.

Keesokan paginya, kapal mengalami masalah. Pompa air rusak dan meski sudah diperbaiki berkali-kali, akhirnya kapal tak bisa lagi diselamatkan. Pada pukul 10.00 WIB, Bintang Sempurna karam di sekitar perairan Pulau Giliyang, sekitar 23 mil dari daratan.

Tanpa kapal, para awak berusaha bertahan. Mereka mengikat kayu yang ada di kapal untuk dijadikan rakit darurat, menghubungkan diri satu sama lain dengan tali, dan berpegangan pada galon kosong sebagai pelampung.

Selama dua hari, mereka melawan ombak, kelelahan, dan kelaparan. Beberapa dari mereka mulai kehilangan harapan, tetapi mereka terus berjuang.

Gelombang laut akhirnya membawa mereka mendekati perairan Nyamplong Ondung pada Kamis pagi. Dalam kondisi lemas, mereka mengibarkan bendera seadanya sebagai isyarat minta tolong. Beruntung, Jupri dan nelayan lainnya melihat mereka.

Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, menuturkan, keenam korban dibawa ke rumah warga setempat, Mukaid, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Kangean.

Saat polisi tiba, para korban segera dilarikan ke Puskesmas Arjasa untuk menjalani pemeriksaan medis. Meski secara fisik mereka dalam kondisi stabil, namun secara mental mereka mengalami trauma akibat insiden tersebut.

“Dua hari di laut tanpa kepastian, hanya berpegang pada rakit seadanya, tentu meninggalkan dampak psikologis yang mendalam,” ujar AKP Widiarti. (Al/Red)

 

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi Paparkan 16 Penghargaan

SelaksaOktober 31, 2026

Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep Digelar dengan Bahasa Madura

Peringati Hari Jadi ke-757, Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

Wabup Sumenep Minta ASN Tingkatkan Kedisiplinan

Momentum Hari Jadi Sumenep, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Berita Terbaru

Pimpin Upacara Hari Jadi Ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi Paparkan 16 Penghargaan

Upacara Hari Jadi ke-757 Sumenep Digelar dengan Bahasa Madura

Peringati Hari Jadi ke-757, Sumenep Gelar Haul Raja-Raja Madura

AF Sport U-17 2026 Tuntas, Bupati Sumenep Apresiasi Talenta Muda

Warga Kangean Antusias Terima Bantuan Air Bersih dari BAZNAS Sumenep

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.