Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep
  • Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah
  • Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan
  • Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat
  • Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Kapasitas Kader Posyandu di Desa Langsar
  • Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu Budayakan Hidup Bersih dan Sehat
  • Karnaval Kemerdekaan di Karang Anyar Sumenep, Warga Karang Tampilkan Ragam Budaya Lokal
  • JMSI Sumenep tanam 1.500 bibit mangrove, Sekda Sumenep: ini investasi untuk masa depan
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Dua Hari Terombang-ambing, Enam Nelayan Asal Pasean Diselamatkan di Perairan Kangean

Dua Hari Terombang-ambing, Enam Nelayan Asal Pasean Diselamatkan di Perairan Kangean

  • Maret 28, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

Oplus_131072
  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP, 28 Maret (Selaksa) – Kamis (27/3) pagi, matahari belum sepenuhnya naik ketika Jupri dan kawan-kawan nelayannya mengarungi perairan Kangean. Di atas perahu motor Empat Saudara, mereka berniat mencari ikan di sekitar Dusun Nyamplong Ondung, Desa Kalikatak, Kecamatan Arjasa, Sumenep. Namun, tak disangka, mereka justru menemukan enam pria yang mengibarkan bendera tanda bahaya di tengah laut.

Jupri segera mendekat. Enam pria itu terlihat lelah, dan wajah mereka menyiratkan kelelahan luar biasa. Dengan suara serak, salah seorang dari mereka mengaku sebagai Moh. Sai, nakhoda kapal yang karam dua hari sebelumnya.

Bersama lima rekannya, yaitu Hosen, Ali Wafa, Askuryadi, Johari, dan Adnan, Moh. Sai telah terombang-ambing di laut sejak Selasa (25/3) pagi setelah kapal mereka, Bintang Sempurna, tenggelam.

Berdasarkan keterangan Moh. Sai kepada petugas kepolisian, peristiwa tragis ini bermula pada Senin, 24 Maret 2025. Keenam warga asal Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan itu berlayar dari Kalimantan Tengah menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep, membawa 220 meter kubik kayu gelam.

Keesokan paginya, kapal mengalami masalah. Pompa air rusak dan meski sudah diperbaiki berkali-kali, akhirnya kapal tak bisa lagi diselamatkan. Pada pukul 10.00 WIB, Bintang Sempurna karam di sekitar perairan Pulau Giliyang, sekitar 23 mil dari daratan.

Tanpa kapal, para awak berusaha bertahan. Mereka mengikat kayu yang ada di kapal untuk dijadikan rakit darurat, menghubungkan diri satu sama lain dengan tali, dan berpegangan pada galon kosong sebagai pelampung.

Selama dua hari, mereka melawan ombak, kelelahan, dan kelaparan. Beberapa dari mereka mulai kehilangan harapan, tetapi mereka terus berjuang.

Gelombang laut akhirnya membawa mereka mendekati perairan Nyamplong Ondung pada Kamis pagi. Dalam kondisi lemas, mereka mengibarkan bendera seadanya sebagai isyarat minta tolong. Beruntung, Jupri dan nelayan lainnya melihat mereka.

Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, menuturkan, keenam korban dibawa ke rumah warga setempat, Mukaid, sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Kangean.

Saat polisi tiba, para korban segera dilarikan ke Puskesmas Arjasa untuk menjalani pemeriksaan medis. Meski secara fisik mereka dalam kondisi stabil, namun secara mental mereka mengalami trauma akibat insiden tersebut.

“Dua hari di laut tanpa kepastian, hanya berpegang pada rakit seadanya, tentu meninggalkan dampak psikologis yang mendalam,” ujar AKP Widiarti. (Al/Red)

 

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

SelaksaSeptember 4, 2026

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Pemkab Sumenep koordinasi penguatan akses pelayaran warga kepulauan dengan Kemenhub

Pemkab Sumenep gelar syukuran HUT ke-81 kemerdekaan RI

Bakesbangpol Sumenep apresiasi keterlibatan parpol dan ormas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat

Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Kapasitas Kader Posyandu di Desa Langsar

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.