SUMENEP, 2 September 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperkuat peran kader posyandu dalam membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat melalui supervisi fasilitatif.
Kegiatan supervisi fasilitatif pembudayaan hidup bersih dan sehat tersebut digelar di Posyandu Desa Sergeng, Kecamatan Batuputih, Senin (31/8), dengan melibatkan kader dari dua posyandu, aparat desa, bidan desa, dan perawat desa.
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah mengatakan supervisi fasilitatif tidak semata-mata ditujukan untuk mencari kekurangan kader, melainkan menjadi sarana pembinaan dan pendampingan agar kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat semakin baik.
“Supervisi fasilitatif ini salah satu tujuannya untuk memberikan bimbingan, dukungan, dan membangun komunikasi dua arah dengan kader agar mereka semakin mampu menjalankan tugas sesuai standar,” kata Ellya.
Ia mengatakan penguatan kapasitas kader diperlukan karena kader posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami ingin kader tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi juga mampu mengenali persoalan di lapangan dan bersama-sama mencari solusinya. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kualitas pelayanan di tingkat masyarakat diharapkan semakin meningkat,” ujarnya.
Tim Promosi Kesehatan Dinkes P2KB Sumenep memberikan sejumlah materi, di antaranya edukasi mengenai demam berdarah dengue (DBD) dan edukasi mengenai program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Ellya menambahkan, kegiatan supervisi fasilitatif tersebut juga diarahkan untuk memperbaiki pengelolaan administrasi, terutama pencatatan dan pelaporan kegiatan.
“Administrasi dan pencatatan juga penting karena menjadi bagian dari evaluasi. Dari pencatatan yang baik, kita bisa melihat hambatan yang terjadi dan menentukan langkah perbaikan bersama,” kata dokter Ellya.
Ia berharap pendekatan supervisi yang lebih mengedepankan dukungan dan komunikasi tersebut dapat membuat kader semakin aktif dan percaya diri dalam menjalankan perannya.
“Harapannya, pembinaan ini tidak berhenti pada kegiatan supervisi, tetapi menjadi proses yang terus berjalan sehingga kader semakin kuat dan masyarakat semakin terbiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tambahnya. (Al/Red)
