SUMENEP, 16 September – Sejumlah raja, sultan, pangeran dan kerabat kerajaan dari berbagai wilayah Indonesia dijadwalkan menghadiri Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Sumenep, Jawa Timur, pada Sabtu, 19 September.
Para tokoh tersebut berasal dari sejumlah wilayah, termasuk Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Banten, Yogyakarta dan Maluku Utara.
Di antara tokoh yang telah memastikan kehadiran adalah PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, SH., M.H., Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Kepaksian Pernong, Lampung. Ia juga merupakan deklarator Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN).
Tokoh lain yang dijadwalkan hadir adalah PYM Ahmad Sjah, Sultan Jailolo dari Kesultanan Jailolo, Halmahera Barat, dan PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun, Sultan Gunung Tabur, Kalimantan Timur.
Dari Cirebon, PYM Pangeran Handi, SE., MM., Raja Kaprabon XI, akan hadir bersama rombongan penari dan kru.
Sulawesi Selatan akan diwakili antara lain oleh YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka dari Kerajaan Gowa dan YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, S.Pd., M.Pd., KaOpuan Benteng Selayar.
Tokoh lainnya yang dijadwalkan hadir adalah YM Roswati Lasimpala dari Kerajaan Gorontalo, YM Tb Suroso dari Kerabat Kesultanan Banten dan YM KRAy.T. Roro Fitria dari Kerabat Kesultanan Yogyakarta.
Dari Puro Pakualaman Yogyakarta, hadir YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo, yang juga menjabat Sekretaris Jenderal MAKN.
Sejumlah anggota Dewan Pakar MAKN juga dijadwalkan hadir, termasuk YM Dr. Ir. Andi Muhammad Isradi Zainal, MT., MH., MM., DESS., M.KKK., IPU dan YM RH Chandra. Turut hadir YM Soni Suharsono dari DPP MAKN Bidang Revitalisasi Cagar Budaya.
Sementara dari Kesultanan Sumenep, tokoh yang dijadwalkan hadir adalah YM R. Yumei Sulistyo, Psi., MM., MNLP.
Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, mengatakan kehadiran beberapa kerajaan masih dalam tahap koordinasi.
“Dari Kerajaan Bone dan Kerajaan Ternate masih dalam proses koordinasi,” kata Hariri, Rabu.
MEC merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan KJS bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep. Tahun ini, kegiatan tersebut mengangkat tema “Keraton Sumenep”.
Tema tersebut akan ditampilkan melalui pertunjukan busana karnaval dan seni yang mengambil unsur sejarah dan kebudayaan Keraton Sumenep.
Selain tokoh kerajaan, penyelenggara melibatkan pegiat seni lokal, komunitas, mahasiswa dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah.
Hariri mengatakan kehadiran para tokoh kerajaan diharapkan dapat menjadi ruang pertemuan dan pertukaran pengetahuan mengenai sejarah serta kebudayaan antardaerah.
“Kami berharap kehadiran para tokoh kerajaan Nusantara tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan MEC tahun ini, tetapi juga membuka ruang silaturahmi dan pertukaran pengetahuan tentang sejarah serta kebudayaan masing-masing daerah,” kata Hariri. (Al/Red)
