Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak

Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin

Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak
  • Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin
  • Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur
  • “MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026
  • Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep
  • Bupati Fauzi Luncurkan Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep
  • Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI
  • Pemkab Sumenep Klaim Kinerja Pembangunan 2025 Sangat Berhasil, Capaian Indikator Tembus 153,90 Persen
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Said Abdullah Ajak Perempuan Perkuat Implementasi Nilai Empat Pilar Kebangsaan

Said Abdullah Ajak Perempuan Perkuat Implementasi Nilai Empat Pilar Kebangsaan

  • Februari 11, 2026
  • No Comments

BAGIKAN

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura), Said Abdullah, di Sumenep.
  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP, 11 Februari 2026 (Selaksa) – Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura), Said Abdullah, mengajak perempuan berperan aktif dalam merawat nilai-nilai kebangsaan melalui penguatan implementasi Empat Pilar Kebangsaan.

Ajakan tersebut disampaikan dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ballroom Hotel De Baghraf, Sumenep, Rabu. Acara tersebut dihadiri ratusan perempuan dari berbagai latar belakang.

Kegiatan itu menghadirkan dua narasumber, Hodaifah dan Indayani, serta didampingi dua tenaga ahli Said Abdullah, Moh. Fauzi, dan Slamet Hidayat.

Dalam pemaparannya, Hodaifah mengatakan Empat Pilar yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika telah lama dipelajari masyarakat, namun perlu terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat Pilar Kebangsaan ini sudah kita pelajari sejak SMP hingga dewasa. Karena itu mari kita mengingat kembali bahwa ini adalah dasar utama menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam sikap saling menghormati dan menjunjung keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Hodaifah juga menyoroti peran perempuan dalam pembangunan bangsa, yang menurutnya tidak terbatas pada jabatan publik.

“Kita sebagai perempuan, menjadi ibu rumah tangga dan mengurus keluarga dengan baik itu sudah luar biasa. Kita melahirkan generasi, dan itu bagian dari kontribusi terbaik untuk bangsa dan negara,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa UUD 1945 menjamin persamaan di depan hukum, hak atas pekerjaan, serta kebebasan beragama, dan menilai implementasi jaminan tersebut perlu terus diperkuat.

“Di dalam konstitusi sudah jelas ada hak atas persamaan di depan hukum. Tantangannya adalah bagaimana implementasinya bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” paparnya.

Sementara Indayani menekankan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan ras di Indonesia.

“Kita terdiri dari berbagai suku, budaya, bahasa, dan ras. Itu adalah kekayaan bangsa yang tidak boleh diabaikan, apalagi dijadikan alasan untuk merendahkan yang lain,” ujarnya.

Ia memperingatkan bahwa intoleransi dapat muncul dari hal-hal kecil dan berpotensi memicu perpecahan jika tidak diantisipasi.

“Kalau harmoni sosial tidak terjaga, yang muncul adalah intoleransi dan perpecahan. Karena itu kita harus saling menghargai walaupun berbeda,” tegasnya. (*/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI

SelaksaJuni 18, 2026

Pemkab Sumenep Klaim Kinerja Pembangunan 2025 Sangat Berhasil, Capaian Indikator Tembus 153,90 Persen

Pemkab Sumenep Bantu Lansia Korban Kebakaran di Pulau Giliraja

Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Sumenep Raih WTP 9 Kali Beruntun, Wabup: Jadikan Motivasi Perbaiki Tata Kelola

Berita Terbaru

Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak

Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin

Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.