SUMENEP, 23 Juni 2026 – Rumah sederhana yang selama puluhan tahun menjadi tempat berteduh Nenek Mojia (69) kini tinggal puing. Bangunan yang berlokasi di Dusun Jurgang, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, itu roboh setelah diterjang angin kencang pada 8 Juni 2026 lalu.
Sejak musibah tersebut, perempuan lanjut usia itu tak lagi memiliki tempat untuk pulang. Ia terpaksa menumpang di rumah tetangga karena rumah satu-satunya yang dimilikinya sudah rata dengan tanah dan tidak lagi layak dihuni.
Kabar mengenai musibah yang menimpa Nenek Mojia kemudian sampai ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep.
Tak ingin korban terlalu lama hidup tanpa kepastian, Baznas Sumenep bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta Pemerintah Kecamatan Batuputih, langsung mendatangi lokasi untuk melihat kondisi rumah sekaligus menyerahkan bantuan.
Ketua Baznas Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan pihaknya bergerak cepat agar korban segera mendapatkan bantuan dan memiliki harapan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
“Baznas bersama BPBD dan Camat Batuputih langsung melihat kondisi rumahnya dan sekaligus memberikan bantuan sebesar Rp10 juta serta bantuan sembako,” ujar Rahman, Selasa.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan tahap awal dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Baznas. Pada tahap pertama disalurkan dana sebesar Rp10 juta untuk memulai pembangunan rumah.
Setelah proses pembangunan menunjukkan perkembangan, Baznas akan kembali menyalurkan bantuan tahap kedua senilai Rp10 juta. Dengan demikian, total bantuan yang diterima Nenek Mojia mencapai Rp20 juta.
“Bantuannya total Rp20 juta karena kondisi rumahnya ambruk total dan harus dibangun kembali,” katanya.
Rahman berharap bantuan tersebut dapat mempercepat proses pembangunan rumah sehingga Nenek Mojia tidak terlalu lama bergantung pada belas kasih tetangga.
“Bantuan ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat kurang mampu maupun korban bencana,” tambahnya. (Al/Red)
