SELAKSA, 19 Mei 2026 – Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mendorong agar meningkatnya penggunaan kendaraan bermotor di kalangan pelajar diimbangi dengan kesadaran disiplin berlalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan.
Pesan itu disampaikan saat orang nomor dua di lingkungan Pemkab Sumenep itu menghadiri kegiatan “Samsat Ka Sakolah” di SMAN 1 Kalianget, Selasa.
Menurut Kiai Imam, sapaan akrab Wabup Sumenep, keselamatan di jalan tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan penegakan hukum. Kesadaran dan kedisiplinan harus mulai ditanamkan sejak usia sekolah karena pelajar kini semakin banyak yang sudah menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.
“Keselamatan di jalan raya dimulai dari kedisiplinan. Anak-anak harus memahami pentingnya memakai helm, membawa kelengkapan kendaraan dan mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya.
Menurut dia, pelajar perlu memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari pelanggaran, tapi bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, kesadaran membayar pajak kendaraan juga penting ditanamkan sejak dini. Sebab hal itu tidak hanya berdampak pada legalitas kendaraan, tapi juga berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah.
“Pajak kendaraan bermotor memiliki peran penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Dari pajak itulah pembangunan daerah bisa terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Selebihnya, Kiai Imam berharap pelajar tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang unggul secara intelektual, tapi juga memiliki kesadaran hukum dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau pelajar disiplin, rajin belajar dan menjauhi hal-hal negatif, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas dan mampu membawa masa depan Sumenep lebih baik,” tambahnya. (Al/Red)
