Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Enam Bulan, Pemkab Berkolaborasi dengan Baznas Sumenep Perbaiki 66 Rumah Tak Layak Huni

Hitung-hitungan Ketua Banggar DPR; Estimasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun

Bupati Sumenep Minta Kepala Desa Segera Laporkan Wilayah Terdampak Kekeringan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Enam Bulan, Pemkab Berkolaborasi dengan Baznas Sumenep Perbaiki 66 Rumah Tak Layak Huni
  • Hitung-hitungan Ketua Banggar DPR; Estimasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun
  • Bupati Sumenep Minta Kepala Desa Segera Laporkan Wilayah Terdampak Kekeringan
  • Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak
  • Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin
  • Gubernur Khofifah dan JMSI Jatim Bahas Penguatan Media Berkualitas di Jawa Timur
  • “MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026
  • Makna Logo Hari Jadi ke-758 Sumenep
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

  • Februari 20, 2026
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SELAKSA – Perubahan ritme harian selama Ramadan kerap membuat waktu tidur bergeser. Sahur yang berlangsung dini hari dan ibadah malam yang lebih panjang sering berujung pada rasa kantuk di siang hari. Meski demikian, kondisi tersebut sebenarnya bisa diantisipasi dengan pengaturan pola istirahat yang tepat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tetap segar selama menjalani puasa.

Tidur Lebih Awal Setelah Tarawih

Menggeser waktu tidur menjadi lebih awal merupakan strategi paling efektif. Setelah salat tarawih, sebaiknya tubuh segera diistirahatkan agar kebutuhan tidur harian tetap terpenuhi. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur 7–9 jam per hari, yang dapat dibagi dalam beberapa sesi selama Ramadan.

Manfaatkan Tidur Singkat di Siang Hari

Tidur singkat selama 20–30 menit pada siang hari terbukti membantu memulihkan energi. Waktu yang relatif ideal adalah setelah zuhur atau saat jeda istirahat kerja. Namun, durasinya perlu dijaga agar tidak terlalu lama karena justru dapat menimbulkan rasa pusing setelah bangun.

Batasi Aktivitas Begadang

Kebiasaan begadang tanpa kebutuhan mendesak sebaiknya dihindari. Paparan gawai, tontonan, atau aktivitas sosial hingga larut malam dapat mengganggu ritme biologis tubuh. Jika harus terjaga, penting untuk mengompensasi dengan waktu tidur tambahan.

Perhatikan Asupan Saat Sahur dan Berbuka

Kualitas tidur juga dipengaruhi pola makan. Konsumsi kafein berlebihan pada malam hari sebaiknya dibatasi karena dapat menghambat kantuk. Selain itu, hindari makan terlalu berat menjelang tidur. Saat sahur, makanan tinggi protein dan cairan yang cukup membantu menjaga energi sepanjang hari.

Jaga Konsistensi Jam Istirahat

Tubuh cenderung lebih mudah beradaptasi jika memiliki jadwal yang konsisten. Menetapkan jam tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menjaga suasana kamar tetap nyaman dapat meningkatkan kualitas istirahat.

Tetap Bergerak dengan Aktivitas Ringan

Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau peregangan menjelang berbuka dapat membantu tubuh tetap bugar dan tidur lebih nyenyak pada malam hari. Namun, aktivitas fisik berat mendekati waktu tidur sebaiknya dihindari karena bisa membuat tubuh sulit beristirahat.

Seimbangkan Ibadah Malam dan Waktu Tidur

Ibadah malam tetap menjadi bagian penting Ramadan. Namun, pengaturannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika rutin mengikuti qiyamul lail, menambah waktu tidur lebih awal atau memanfaatkan tidur singkat di siang hari menjadi langkah yang dianjurkan.

Kesimpulan

Rasa kantuk di siang hari selama Ramadan bukan kondisi yang tak terelakkan. Dengan manajemen tidur yang disiplin, pengaturan aktivitas malam, serta pola makan yang tepat, tubuh tetap dapat berfungsi optimal selama berpuasa. Kuncinya terletak pada konsistensi menjaga keseimbangan antara ibadah, aktivitas, dan istirahat. (*)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan, Bupati Sumenep Kunjungi Kementerian Kelautan Perikanan RI

SelaksaJuni 18, 2026

Pemkab Sumenep Klaim Kinerja Pembangunan 2025 Sangat Berhasil, Capaian Indikator Tembus 153,90 Persen

Pemkab Sumenep Bantu Lansia Korban Kebakaran di Pulau Giliraja

Bupati Fauzi Ajak Warga Sumenep Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Sumenep Raih WTP 9 Kali Beruntun, Wabup: Jadikan Motivasi Perbaiki Tata Kelola

Berita Terbaru

Enam Bulan, Pemkab Berkolaborasi dengan Baznas Sumenep Perbaiki 66 Rumah Tak Layak Huni

Hitung-hitungan Ketua Banggar DPR; Estimasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun

Bupati Sumenep Minta Kepala Desa Segera Laporkan Wilayah Terdampak Kekeringan

Manfaatkan Momen Libur Sekolah-Tahun Baru Islam, Baznas Sumenep Gelar Khitan Gratis untuk 100 Anak

Baznas Sumenep Bantu Bangun Kembali Rumah Nenek Mojia yang Roboh Diterjang Angin

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.