Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Terdampak kekeringan, warga Langsar Sumenep terima bantuan air bersih

Nikmati fish grill dan live music di Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel tiap akhir pekan

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Terdampak kekeringan, warga Langsar Sumenep terima bantuan air bersih
  • Nikmati fish grill dan live music di Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel tiap akhir pekan
  • Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026
  • Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026
  • Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya
  • Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN
  • Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep
  • Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

  • Februari 20, 2026
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SELAKSA – Perubahan ritme harian selama Ramadan kerap membuat waktu tidur bergeser. Sahur yang berlangsung dini hari dan ibadah malam yang lebih panjang sering berujung pada rasa kantuk di siang hari. Meski demikian, kondisi tersebut sebenarnya bisa diantisipasi dengan pengaturan pola istirahat yang tepat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tetap segar selama menjalani puasa.

Tidur Lebih Awal Setelah Tarawih

Menggeser waktu tidur menjadi lebih awal merupakan strategi paling efektif. Setelah salat tarawih, sebaiknya tubuh segera diistirahatkan agar kebutuhan tidur harian tetap terpenuhi. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur 7–9 jam per hari, yang dapat dibagi dalam beberapa sesi selama Ramadan.

Manfaatkan Tidur Singkat di Siang Hari

Tidur singkat selama 20–30 menit pada siang hari terbukti membantu memulihkan energi. Waktu yang relatif ideal adalah setelah zuhur atau saat jeda istirahat kerja. Namun, durasinya perlu dijaga agar tidak terlalu lama karena justru dapat menimbulkan rasa pusing setelah bangun.

Batasi Aktivitas Begadang

Kebiasaan begadang tanpa kebutuhan mendesak sebaiknya dihindari. Paparan gawai, tontonan, atau aktivitas sosial hingga larut malam dapat mengganggu ritme biologis tubuh. Jika harus terjaga, penting untuk mengompensasi dengan waktu tidur tambahan.

Perhatikan Asupan Saat Sahur dan Berbuka

Kualitas tidur juga dipengaruhi pola makan. Konsumsi kafein berlebihan pada malam hari sebaiknya dibatasi karena dapat menghambat kantuk. Selain itu, hindari makan terlalu berat menjelang tidur. Saat sahur, makanan tinggi protein dan cairan yang cukup membantu menjaga energi sepanjang hari.

Jaga Konsistensi Jam Istirahat

Tubuh cenderung lebih mudah beradaptasi jika memiliki jadwal yang konsisten. Menetapkan jam tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menjaga suasana kamar tetap nyaman dapat meningkatkan kualitas istirahat.

Tetap Bergerak dengan Aktivitas Ringan

Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau peregangan menjelang berbuka dapat membantu tubuh tetap bugar dan tidur lebih nyenyak pada malam hari. Namun, aktivitas fisik berat mendekati waktu tidur sebaiknya dihindari karena bisa membuat tubuh sulit beristirahat.

Seimbangkan Ibadah Malam dan Waktu Tidur

Ibadah malam tetap menjadi bagian penting Ramadan. Namun, pengaturannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika rutin mengikuti qiyamul lail, menambah waktu tidur lebih awal atau memanfaatkan tidur singkat di siang hari menjadi langkah yang dianjurkan.

Kesimpulan

Rasa kantuk di siang hari selama Ramadan bukan kondisi yang tak terelakkan. Dengan manajemen tidur yang disiplin, pengaturan aktivitas malam, serta pola makan yang tepat, tubuh tetap dapat berfungsi optimal selama berpuasa. Kuncinya terletak pada konsistensi menjaga keseimbangan antara ibadah, aktivitas, dan istirahat. (*)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

SelaksaSeptember 21, 2026

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Pemkab Sumenep koordinasi penguatan akses pelayaran warga kepulauan dengan Kemenhub

Pemkab Sumenep gelar syukuran HUT ke-81 kemerdekaan RI

Berita Terbaru

Terdampak kekeringan, warga Langsar Sumenep terima bantuan air bersih

Nikmati fish grill dan live music di Sae Rassa Restaurant MYZE Hotel tiap akhir pekan

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.