SUMENEP, 29 Juli 2026 – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep meminta Polresta Sumenep membenahi pola kemitraan dengan media, terutama terkait keterbukaan informasi dan pola kerja kehumasan. Masukan itu disampaikan dalam silaturahmi bersama Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu di Sekretariat JMSI Sumenep, Rabu, 29 Juli 2026.
Ketua JMSI Kabupaten Sumenep, Supanji, mengatakan hubungan kepolisian dan media perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka serta saling menghargai fungsi masing-masing. Menurut dia, masih ada sejumlah pengalaman yang menimbulkan kekecewaan di kalangan jurnalis dan perlu menjadi bahan evaluasi.
“Kami ingin menyamakan persepsi tentang makna bermitra. Ada dua peristiwa yang menyakitkan jurnalis Sumenep, mulai dari rilis penemuan kokain hingga peresmian Polresta. Hal-hal seperti ini harus menjadi evaluasi bersama agar tidak terulang,” kata Supanji.
Selain menyoroti akses peliputan, JMSI mengkritik pola penyampaian informasi oleh kehumasan Polresta. Supanji menilai materi yang dibagikan kepada media seharusnya berupa bahan informasi yang dapat dikembangkan wartawan, bukan naskah berita yang sudah jadi.
Ia juga berharap wartawan lebih sering dilibatkan dalam peliputan kegiatan kepolisian agar pemberitaan yang dihasilkan lebih utuh dan memberikan gambaran yang komprehensif kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, Kapolresta Sumenep Kombes Pol. Ariek Indra Sentanu mengatakan kritik dan masukan dari insan pers merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki komunikasi publik di lingkungan Polresta Sumenep.
“Kita harus open minded, tidak boleh antikritik, dan harus mau belanja masalah. Itu bagian dari komunikasi yang baik,” ujar Ariek.
Menurut dia, bidang kehumasan menjadi salah satu aspek yang sedang dibenahi. Polresta, kata Ariek, tengah memperkuat sistem komunikasi publik agar pelayanan informasi kepada media dan masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
“Berikan kami ruang dan waktu karena fondasinya sedang kami perkuat dan sistemnya sedang kami benahi,” katanya.
Ariek menegaskan media merupakan mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada publik. Karena itu, hubungan yang telah terjalin perlu diperkuat melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan.
“Polisi sangat membutuhkan dukungan teman-teman media. Mereka membutuhkan informasi, maka kami juga tidak boleh pelit memberikan informasi,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh masukan yang disampaikan JMSI akan menjadi bahan evaluasi internal. Menurut Ariek, forum silaturahmi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih terbuka antara Polresta Sumenep dan insan pers.
“Kalau ada salah kata, kekhilafan, atau kebijakan yang kurang tepat, tolong ingatkan saya. Semua masukan akan kami rangkum dan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” kata dia. (***)
