SELAKSA, 21 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong transformasi desa berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sebagai strategi meningkatkan kualitas pembangunan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, tapi juga pada pemanfaatannya sebagai dasar pengambilan kebijakan. Dengan data yang akurat, setiap program diharapkan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Dengan data yang baik, bisa merencanakan program tepat sasaran, pelaksanaannya terarah, serta mengevaluasi dengan jelas, sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan,” terang Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim, Selasa.
Pemkab Sumenep juga memperkuat sinergi lintas instansi, mulai dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Disdukcapil, Bappeda, hingga Diskominfo, guna memastikan data yang digunakan bersifat standar dan berkualitas.
Selain itu, perangkat desa didorong untuk aktif menyediakan data yang valid sebagai dasar dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan.
“Pemerintah daerah mengharapkan semakin banyak desa yang mengimplementasikan prinsip Desa Cantik, demi meningkatkan kualitas pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui program ini, Pemkab Sumenep optimistis desa-desa di wilayahnya dapat berkembang lebih mandiri, adaptif, dan mampu bersaing dengan berbasis data yang kuat. (ADV/Al/Red)
