SELAKSA, 8 April 2026 – Kementerian Haji dan Umrah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Rabu malam.
Kegiatan yang berlangsung hingga 11 April 2026 ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mematangkan pelayanan haji di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah, Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini mengusung tema Transformasi Penyelenggaraan Haji Inklusif dalam Tantangan Dinamika Geopolitik Global.
“Haji inklusif berarti ramah bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Tema ini kami angkat sebagai respons atas tiga tantangan strategis,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, tantangan pertama berkaitan dengan perubahan demografi jemaah haji Indonesia. Saat ini, jumlah jemaah lansia, disabilitas, dan perempuan mengalami peningkatan signifikan.
“Kondisi ini menuntut pergeseran pelayanan dari yang bersifat standar menjadi lebih adaptif dan humanis,” jelasnya.
Tantangan kedua adalah dinamika geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah. Menurut Teguh, pemerintah terus memantau situasi dan menyiapkan berbagai skenario.
“Mulai dari pengaturan penerbangan, aspek keamanan, hingga pelindungan jemaah sudah kami siapkan secara matang,” tegasnya.
Sementara itu, tantangan ketiga berkaitan dengan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah. Teguh menilai, transformasi tata kelola menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas kerja, transparansi anggaran, dan kualitas layanan.
Rakernas ini juga bertujuan menyamakan persepsi antara pemerintah pusat, daerah, serta petugas lapangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Adapun sejumlah target yang ingin dicapai dalam forum ini meliputi penyusunan rekomendasi dan rencana aksi haji 2026, strategi mitigasi risiko geopolitik, serta pengesahan kebijakan dan rencana operasional (Renops) sebagai pedoman bersama.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam kerja nyata demi mewujudkan layanan haji yang lebih baik,” pungkas Teguh.
Rakernas dihadiri pejabat pusat Kementerian Haji dan Umrah, Kepala Kantor Wilayah se-Indonesia, Kepala Asrama Haji, serta sejumlah narasumber dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, mulai dari bidang kesehatan, diplomasi, hingga manajemen krisis. (SP/Red)
