Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026
  • Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026
  • Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya
  • Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN
  • Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep
  • Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah
  • Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan
  • Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Cara RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tangani Campak

Cara RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Tangani Campak

  • September 15, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP (Selaksa) — Di tengah peningkatan kasus campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, RSUD dr. H. Moh. Anwar tak hanya menangani pasien, tapi juga mengupayakan pencegahan agar wabah tak semakin meluas.

Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes., mengungkapkan mayoritas pasien campak yang dirawat adalah anak-anak dengan imunisasi yang tidak lengkap.

“Kalau sudah masuk rumah sakit, artinya sudah parah. Kami menemukan komplikasi berat, bahkan ada yang kejang neurotik. Ini berbahaya,” ujarnya.

Ia melihat, sebagian masyarakat masih menganggap campak sebagai penyakit ringan. Padahal, jika terlambat ditangani, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius dan mengancam nyawa, terutama pada balita.

“Campak bukan sekadar demam dan ruam. Ini bisa berkembang menjadi pneumonia atau infeksi otak,” katanya.

Sebagai respons, pihak rumah sakit membentuk ruang isolasi khusus pasien campak. Fasilitas ini dimaksudkan untuk menekan laju penularan sekaligus memastikan perawatan intensif bagi pasien yang kondisinya berat.

“Isolasi ini bukan cuma ruangan. Ini simbol bahwa kami tidak main-main menghadapi campak. Harus ada batas tegas antara pasien infeksius dan pasien lain,” tegasnya.

Selain memberikan penanganan medis, pihak rumah sakit juga aktif mengedukasi keluarga pasien dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya imunisasi lengkap.

“Kami sampaikan secara langsung ke orang tua pasien. Imunisasi itu hak anak. Ini bukan pilihan, tapi keharusan untuk mencegah risiko yang lebih besar,” kata Erliyati.

“Tak ada obat yang lebih mujarab untuk campak selain imunisasi. Pengobatan hanya dilakukan saat kondisi sudah buruk. Kalau bisa dicegah, kenapa harus menunggu dirawat?” tambahnya. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

SelaksaSeptember 21, 2026

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Pemkab Sumenep koordinasi penguatan akses pelayaran warga kepulauan dengan Kemenhub

Pemkab Sumenep gelar syukuran HUT ke-81 kemerdekaan RI

Berita Terbaru

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.