Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Puting Beliung

Hujan Lebat dan Puting Beliung Rusak 188 Bangunan di Sumenep

Jelang Ramadan, Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Panel Surya untuk Masjid di Pulau Terluar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Puting Beliung
  • Hujan Lebat dan Puting Beliung Rusak 188 Bangunan di Sumenep
  • Jelang Ramadan, Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Panel Surya untuk Masjid di Pulau Terluar
  • Said Abdullah Usul Formula Baru Ambang Batas Parlemen
  • Geger, Mayat Mr. X Ditemukan Terdampar di Pantai Sepanjang Sapeken
  • Pemkab Sumenep Kembali Dapat Penghargaan dalam UHC Award 2026
  • JMSI Sumenep Temui Bupati Jelang HPN 2026, Bahas Profesionalisme Pers
  • PDI Perjuangan Sumenep Rayakan Ultah Megawati Bersama Pengemudi Ojol
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Kisah Pilu Pak Nurdin: Guru di Sumenep yang Diancam dengan Parang dan Motornya Dibakar

Kisah Pilu Pak Nurdin: Guru di Sumenep yang Diancam dengan Parang dan Motornya Dibakar

  • Selaksa
  • Januari 17, 2025
Facebook X (Twitter) WhatsApp Threads TikTok Telegram Instagram

 

SUMENEP, 17 Januari (Selaksa) – Beberapa hari lalu, Senin (13/01/2025), Pak Nurdin (50), salah seorang guru SMA di Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Sumenep mengalami hal yang mungkin tak pernah ia duga sebelumnya; diancam pakai parang dan motornya dibakar hingga hangus oleh seorang pemuda setempat berinisial AQ.

Namun, itu bukanlah satu-satunya kisah pilu yang dialami dalam hidupnya. Kisah hidup Pak Nurdin sebagai seorang guru bisa dibilang jauh dari kata layak. Hal itu minimal bisa dilihat dari rumah yang ia tinggali sehari-hari.

Related Posts:

  • Oplus_131072
    Festival Ketupat 2025: Merawat Budaya, Mendongkrak…
  • Screenshot_2025-01-14-18-40-21-05_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817
    Guru di Sumenep Jadi Korban Pengancaman, Motornya…
  • IMG-20260116-WA0004
    Tertahan Akibat Cuaca Buruk, Warga Kepulauan Terima…
  • IMG-20250906-WA0002
    Said Abdullah Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,…

Rumah tempat Pak Nurdin tinggal di Dusun Sabuah, Desa Pajanangger tampak jauh dari kata mewah. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, atapnya dari genteng yang mulai menua, dan pintunya berupa kayu seadanya.

Di dalamnya, terlihat barang-barang kebutuhan pokok, seperti panci, wajan, dan peralatan dapur lainnya menggantung tak tertata memenuhi dinding bambu rumah berukuran sekitar 3 x 3 meter.

Pak Nurdin sudah tinggal di rumah ini selama bertahun-tahun. Saat musim hujan tiba, Pak Nurdin tetap bertahan di gubuk itu meskipun atapnya bocor di sana-sini. Ia hanya mampu menambal kebocoran dengan terpal bekas.

Gubuk Pak Nurdin tidak memiliki kamar mandi. Untuk mandi, ia harus menumpang ke kamar mandi masjid yang terletak tak jauh dari rumahnya.

Meski hidup dalam serba kekurangan, gubuk milik Pak Nurdin tak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Bahkan, ia tak pernah mendapatkan bantuan sosial, kecuali sekali menerima BLT sebesar Rp300.000 beberapa tahun silam.

“Seingat saya, hanya satu kali mendapatkan bantuan BLT senilai 300.000 rupiah. Itu beberapa tahun yang lalu,” ingatnya.

Selama ini, Pak Nurdin memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya dari upah menjadi guru yang jumlahnya tidak seberapa.

“Tidak sampai 1.000.000 perbulan Mas,” tuturnya.

Sejak peristiwa pengancaman dan motornya dibakar, Pak Nurdin sudah beberapa hari terakhir ini tidak mengajar. Tanpa kendaraan, ia tidak mampu menempuh perjalanan sekitar 3 KM ke sekolah untuk mengajar.

Bahkan sejak kemarin, Kamis (16/01/2025), dia jatuh sakit. “Saya hanya beraktifitas di dalam rumah, Mas,” katanya lirih, sembari sesekali terbatuk, Jumat (17/01/2025).

Di tengah segala keterbatasan dan penderitaan yang dialami, Pak Nurdin berharap kejadian serupa tidak lagi menimpa dirinya maupun guru-guru lain yang mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

“Semoga pelaku bisa sadar dan berubah,” harapnya.

Dia juga berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku, agar keadilan tetap ditegakkan. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Maret 3, 2025

Ramadan, Ruang Menjernihkan Nurani

Januari 10, 2025

Lakukan Langkah Ini agar Anak Anda Terhindar dari Bahaya Judol

Januari 10, 2025

Tips Bijak Belanja Online agar Aman dan Hemat

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Agen BRILink di Sumenep Semakin Diminati Warga

SelaksaAgustus 26, 2025

Bupati Sumenep Tegaskan Komitmen Lindungi Petani Tembakau di Tengah Cuaca Tak Menentu

Semarak HUT Ke-80 RI, Pemkab Sumenep Gelar Lomba Masak Mie Goreng

RSUD Moh. Anwar Tetap Layani Konsultasi Kesehatan via Telemedicine Selama Libur Lebaran

Bupati Fauzi: Ramadan Momentum Menata Hati, Memperbaiki Diri

Berita Terbaru

Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Puting Beliung

Hujan Lebat dan Puting Beliung Rusak 188 Bangunan di Sumenep

Jelang Ramadan, Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Panel Surya untuk Masjid di Pulau Terluar

Said Abdullah Usul Formula Baru Ambang Batas Parlemen

Geger, Mayat Mr. X Ditemukan Terdampar di Pantai Sepanjang Sapeken

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.