Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Bupati Sumenep: paskibraka harus jadi teladan

Bupati Sumenep pastikan pembangunan daerah selaras dengan kebijakan pemerintah pusat

Poli Urologi RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep kini layani pasien BPJS Kesehatan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Bupati Sumenep: paskibraka harus jadi teladan
  • Bupati Sumenep pastikan pembangunan daerah selaras dengan kebijakan pemerintah pusat
  • Poli Urologi RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep kini layani pasien BPJS Kesehatan
  • Polresta Sumenep tangkap dua pemuda diduga patungan beli sabu
  • Polresta Sumenep tangkap pria 55 tahun, diduga miliki sabu 4,28 gram
  • Pemkab Sumenep mulai awasi pembelian tembakau saat musim panen 2026
  • Polsek Sapeken amankan 10 botol Arak Bali dari rumah warga
  • Dua pria ditangkap polisi usai diduga bobol ruko di Masalembu, ponsel dan puluhan bungkus rokok disita
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Kisah Pilu Pak Nurdin: Guru di Sumenep yang Diancam dengan Parang dan Motornya Dibakar

Kisah Pilu Pak Nurdin: Guru di Sumenep yang Diancam dengan Parang dan Motornya Dibakar

  • Januari 17, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

 

SUMENEP, 17 Januari (Selaksa) – Beberapa hari lalu, Senin (13/01/2025), Pak Nurdin (50), salah seorang guru SMA di Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Sumenep mengalami hal yang mungkin tak pernah ia duga sebelumnya; diancam pakai parang dan motornya dibakar hingga hangus oleh seorang pemuda setempat berinisial AQ.

Namun, itu bukanlah satu-satunya kisah pilu yang dialami dalam hidupnya. Kisah hidup Pak Nurdin sebagai seorang guru bisa dibilang jauh dari kata layak. Hal itu minimal bisa dilihat dari rumah yang ia tinggali sehari-hari.

Rumah tempat Pak Nurdin tinggal di Dusun Sabuah, Desa Pajanangger tampak jauh dari kata mewah. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, atapnya dari genteng yang mulai menua, dan pintunya berupa kayu seadanya.

Di dalamnya, terlihat barang-barang kebutuhan pokok, seperti panci, wajan, dan peralatan dapur lainnya menggantung tak tertata memenuhi dinding bambu rumah berukuran sekitar 3 x 3 meter.

Pak Nurdin sudah tinggal di rumah ini selama bertahun-tahun. Saat musim hujan tiba, Pak Nurdin tetap bertahan di gubuk itu meskipun atapnya bocor di sana-sini. Ia hanya mampu menambal kebocoran dengan terpal bekas.

Gubuk Pak Nurdin tidak memiliki kamar mandi. Untuk mandi, ia harus menumpang ke kamar mandi masjid yang terletak tak jauh dari rumahnya.

Meski hidup dalam serba kekurangan, gubuk milik Pak Nurdin tak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Bahkan, ia tak pernah mendapatkan bantuan sosial, kecuali sekali menerima BLT sebesar Rp300.000 beberapa tahun silam.

“Seingat saya, hanya satu kali mendapatkan bantuan BLT senilai 300.000 rupiah. Itu beberapa tahun yang lalu,” ingatnya.

Selama ini, Pak Nurdin memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya dari upah menjadi guru yang jumlahnya tidak seberapa.

“Tidak sampai 1.000.000 perbulan Mas,” tuturnya.

Sejak peristiwa pengancaman dan motornya dibakar, Pak Nurdin sudah beberapa hari terakhir ini tidak mengajar. Tanpa kendaraan, ia tidak mampu menempuh perjalanan sekitar 3 KM ke sekolah untuk mengajar.

Bahkan sejak kemarin, Kamis (16/01/2025), dia jatuh sakit. “Saya hanya beraktifitas di dalam rumah, Mas,” katanya lirih, sembari sesekali terbatuk, Jumat (17/01/2025).

Di tengah segala keterbatasan dan penderitaan yang dialami, Pak Nurdin berharap kejadian serupa tidak lagi menimpa dirinya maupun guru-guru lain yang mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

“Semoga pelaku bisa sadar dan berubah,” harapnya.

Dia juga berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku, agar keadilan tetap ditegakkan. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Bupati Sumenep: paskibraka harus jadi teladan

SelaksaAgustus 15, 2026

Bupati Sumenep pastikan pembangunan daerah selaras dengan kebijakan pemerintah pusat

Pemkab Sumenep mulai awasi pembelian tembakau saat musim panen 2026

Bupati Sumenep minta pabrikan patuhi TIHT 2026

Bupati Sumenep Lantik 5 Pejabat, Tekankan Reformasi Birokrasi dan Evaluasi Berkala

Berita Terbaru

Bupati Sumenep: paskibraka harus jadi teladan

Bupati Sumenep pastikan pembangunan daerah selaras dengan kebijakan pemerintah pusat

Poli Urologi RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep kini layani pasien BPJS Kesehatan

Polresta Sumenep tangkap dua pemuda diduga patungan beli sabu

Polresta Sumenep tangkap pria 55 tahun, diduga miliki sabu 4,28 gram

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.