Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Puting Beliung

Hujan Lebat dan Puting Beliung Rusak 188 Bangunan di Sumenep

Jelang Ramadan, Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Panel Surya untuk Masjid di Pulau Terluar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Puting Beliung
  • Hujan Lebat dan Puting Beliung Rusak 188 Bangunan di Sumenep
  • Jelang Ramadan, Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Panel Surya untuk Masjid di Pulau Terluar
  • Said Abdullah Usul Formula Baru Ambang Batas Parlemen
  • Geger, Mayat Mr. X Ditemukan Terdampar di Pantai Sepanjang Sapeken
  • Pemkab Sumenep Kembali Dapat Penghargaan dalam UHC Award 2026
  • JMSI Sumenep Temui Bupati Jelang HPN 2026, Bahas Profesionalisme Pers
  • PDI Perjuangan Sumenep Rayakan Ultah Megawati Bersama Pengemudi Ojol
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Prengki Wirananda dan Upaya Menyulam Kembali Mimpi Madura Provinsi

Prengki Wirananda dan Upaya Menyulam Kembali Mimpi Madura Provinsi

  • Selaksa
  • Desember 4, 2025
Facebook X (Twitter) WhatsApp Threads TikTok Telegram Instagram

PAMEKASAN — Gagasan Madura menjadi provinsi kembali mengemuka. Di tengah dinamika wacana yang tak kunjung padam itu, nama Prengki Wirananda muncul sebagai salah satu tokoh muda yang mencoba merapikan jejak panjang perjuangan tersebut.

Pada Kamis (4/12/2025), Prengki resmi meluncurkan buku perdananya berjudul “Merajut Mimpi, Madura Provinsi”, sebuah karya yang ia sebut sebagai dokumentasi sejarah sekaligus pengingat bahwa mimpi itu tidak pernah mati.

Di dalam bukunya, Prengki memotret perjalanan panjang para tokoh Madura, mulai dari ulama, aktivis, hingga akademisi, yang sejak 1990-an, memperjuangkan kemandirian Madura sebagai daerah otonomi baru. Gerakan itu ia hadirkan kembali dalam bentuk narasi yang terstruktur dan mudah diakses publik.

Related Posts:

  • Oplus_0
    LSAI Gelar Rapat Kerja Tahunan di Mojokerto
  • Foto Selaksa
    Hairul Anam Kembali Pimpin PWI Pamekasan 2025-2028
  • Oplus_16908288
    Kepala Bappeda Sumenep Terima Satyalancana Karya…
  • Oplus_16777216
    Momen Bupati Sumenep Rayakan Ulang Tahun Bersama…

“Perjuangan Madura menjadi provinsi ini sudah berjalan puluhan tahun. Banyak tokoh, ulama, dan pemuda yang bergerak dalam senyap. Buku ini saya tulis agar sejarah itu tidak hilang, sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi hari ini,” ujar Prengki di hadapan para undangan peluncuran buku.

Prengki dalam buku ini juga menelusuri berbagai faktor yang melatari munculnya gagasan Madura sebagai provinsi. Salah satunya adalah kegelisahan kolektif atas ketimpangan pembangunan yang, menurut banyak pihak, masih dirasakan masyarakat Madura hingga kini. Status Madura sebagai bagian dari Jawa Timur dianggap membuat aspirasi pembangunan daerah tidak selalu mendapatkan perhatian yang memadai.

Dia juga menguraikan potensi besar yang dimiliki Madura, mulai sektor pertanian, kelautan, migas, hingga kekuatan sumber daya manusia. Menurutnya, potensi itu belum tersentuh secara optimal. Prengki percaya, dengan tata kelola yang lebih dekat dengan kebutuhan lokal, Madura bisa melompat lebih cepat dan lebih kuat.

“Kalau Madura berdiri sebagai provinsi sendiri, saya yakin manfaatnya jauh lebih besar. Akses pembangunan akan lebih cepat, kebijakan lebih berpihak pada kebutuhan lokal, dan kesejahteraan masyarakat bisa lebih merata,” katanya.

Bagi Prengki, buku ini bukan hanya seruan, tapi juga kritik. Kritik terhadap lambannya pembangunan, terhadap minimnya perhatian kebijakan, dan terhadap hilangnya kesadaran generasi muda akan sejarah perjuangan daerahnya sendiri. Karena itu, buku ini ia tujukan untuk membangunkan kembali ghirah kolektif—sebuah kesadaran bersama bahwa Madura pernah dan masih memiliki mimpi besar.

“Saya ingin anak-anak muda Madura tahu bahwa mimpi ini pernah diperjuangkan oleh para pendahulu kita. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan, dengan cara yang lebih cerdas dan terorganisir,” ujarnya.

Namun Prengki tidak menutup mata terhadap tantangan. Dari politik hingga regulasi, dari kesiapan administratif hingga kapasitas fiskal, jalan menuju provinsi baru menurutnya tidak pernah sederhana. Meski begitu, ia tetap optimistis.

“Mungkin tidak hari ini atau besok, tetapi saya yakin Madura akan sampai pada titik itu. Buku ini hanya satu ikhtiar kecil untuk merajut kembali mimpi besar itu,” tutupnya. (*)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Maret 3, 2025

Ramadan, Ruang Menjernihkan Nurani

Januari 10, 2025

Lakukan Langkah Ini agar Anak Anda Terhindar dari Bahaya Judol

Januari 10, 2025

Tips Bijak Belanja Online agar Aman dan Hemat

ADVERTORIAL

ADVERTORIAL

Agen BRILink di Sumenep Semakin Diminati Warga

SelaksaAgustus 26, 2025

Bupati Sumenep Tegaskan Komitmen Lindungi Petani Tembakau di Tengah Cuaca Tak Menentu

Semarak HUT Ke-80 RI, Pemkab Sumenep Gelar Lomba Masak Mie Goreng

RSUD Moh. Anwar Tetap Layani Konsultasi Kesehatan via Telemedicine Selama Libur Lebaran

Bupati Fauzi: Ramadan Momentum Menata Hati, Memperbaiki Diri

Berita Terbaru

Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah Terdampak Puting Beliung

Hujan Lebat dan Puting Beliung Rusak 188 Bangunan di Sumenep

Jelang Ramadan, Baznas Sumenep Salurkan Bantuan Panel Surya untuk Masjid di Pulau Terluar

Said Abdullah Usul Formula Baru Ambang Batas Parlemen

Geger, Mayat Mr. X Ditemukan Terdampar di Pantai Sepanjang Sapeken

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.