SUMENEP, 13 Juli 2026 – Capaian indikator mutu layanan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep sepanjang Semester I Tahun 2026 menunjukkan tren positif. Mayoritas indikator pelayanan yang dipantau selama Triwulan I dan Triwulan II berhasil mencatatkan capaian di atas 90 persen.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan indikator mutu menjadi tolok ukur penting untuk memastikan pelayanan rumah sakit berjalan sesuai standar serta terus mengalami peningkatan.
“Melalui pemantauan indikator mutu rumah sakit, kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan serta kepuasan masyarakat,” ujar dokter Erli, sapaan akrab dr. Erliyati.
Ia menegaskan, peningkatan mutu pelayanan merupakan tanggung jawab seluruh elemen rumah sakit, mulai dari tenaga medis, tenaga kesehatan, hingga jajaran manajemen.
“Bagi kami, setiap langkah menuju mutu yang lebih baik merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik. Bersama, kita bangun budaya mutu demi pelayanan yang semakin berkualitas,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dipublikasikan pihak rumah sakit, diketahui bahwa pada Triwulan I (Januari–Maret 2026), Indikator Mutu Nasional (IMN) mencatat kepatuhan jam visite dokter spesialis sebesar 87,45 persen, waktu lapor hasil tes kritis laboratorium 93,62 persen, serta kepatuhan penggunaan Formularium Nasional 95,28 persen.
Pada Indikator Mutu Prioritas Rumah Sakit (IMPRS), kepatuhan edukasi pasien mencapai 90,17 persen, sedangkan kepatuhan hand hygiene sebesar 96,34 persen.
Sementara pada Indikator Mutu Prioritas Unit (IMPU), ketepatan waktu pelaporan hasil mencapai 92,58 persen, dengan angka spesimen ditolak hanya 1,42 persen.
Memasuki Triwulan II (April–Juni 2026), capaian positif kembali ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap clinical pathway sebesar 93,28 persen, kepatuhan upaya pencegahan risiko pasien jatuh pada pasien rawat inap 95,14 persen, serta kecepatan respons terhadap komplain 89,76 persen.
Selain itu, indikator prioritas rumah sakit mencatat Bed Occupancy Rate (BOR) sebesar 76,85 persen dengan rata-rata lama rawat inap (Average Length of Stay/ALOS) selama 5,32 hari.
Pada indikator mutu tingkat unit, rata-rata waktu tunggu obat racikan tercatat 18,45 menit, waktu tunggu obat nonracikan 26,32 menit, serta ketepatan jadwal operasi mencapai 92,67 persen. (AI/Red)
