SUMENEP, 23 Juli 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menekankan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam menjaga demokrasi yang sehat dan kondusif melalui penerapan nilai kearifan lokal Madura Buppa’, Babbu’, Guru, Rato.
Penekanan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan yang digelar Bakesbangpol Kabupaten Sumenep di Kecamatan Pragaan pada Rabu, 22 Juli 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Masyarakat sebagai Penjaga Nurani Demokrasi; Implementasi Nilai Buppa’, Babbu’, Guru, Rato” itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), serta diikuti pengurus ormas di wilayah setempat.
Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Sumenep Edy Prayitno mengatakan masyarakat, termasuk ormas, memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus menciptakan stabilitas sosial di daerah.
“Masyarakat bukan sekadar objek politik, melainkan pemegang pilar utama dalam menjaga nurani demokrasi. Ormas harus mampu menjadi wadah edukasi politik yang sehat serta proaktif menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika publik,” katanya.
Menurut dia, penguatan peran ormas perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Madura.
Salah satunya, kata dia, adalah filosofi Buppa’, Babbu’, Guru, Rato yang bermakna penghormatan kepada bapak, ibu, guru, dan pemerintah.
Edy menilai nilai tersebut dapat menjadi landasan etika dalam menjalankan aktivitas organisasi, khususnya dalam membangun sikap saling menghormati dan mencegah munculnya konflik sosial.
“Ketika nilai kepatuhan dan rasa hormat kepada orang tua, guru, dan pemerintah tercermin dalam ikhtiar berorganisasi, maka stabilitas daerah akan tetap terjaga. Ormas akan tumbuh sebagai perekat, bukan pemecah belah,” ujarnya.
Edy berharap sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian materi, tapi dapat mendorong ormas untuk semakin aktif berkontribusi dalam menjaga persatuan, ketertiban, dan kondusivitas masyarakat. (Al/Red)
