SUMENEP, 3 Februari 2026 (Selaksa) – Hujan lebat disertai angin kencang dan puting beliung melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Minggu (1/2/26). Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 188 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, kerusakan bangunan akibat bencana hidrometeorologi itu tersebar di tiga kecamatan, yakni Pragaan, Bluto, dan Guluk-Guluk.
Kepala Pelaksana BPBD Sumenep Ach. Laili Maulidy mengatakan, Kecamatan Pragaan menjadi wilayah terdampak paling parah. Di daerah itu, terdapat 178 bangunan yang rusak akibat terjangan angin puting beliung.
Related Posts:
“Seluruhnya berada di Desa Karduluk. Dari 178 bangunan rusak, baik ringan, sedang, maupun berat, selain rumah warga juga terdapat satu bangunan sekolah dan satu bangunan masjid,” kata Laili, Selasa.
Sementara itu, di Kecamatan Bluto, dua rumah warga di Desa Pragaan Tengah dilaporkan rusak setelah tertimpa pohon besar yang tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang.
“Selain dua rumah warga, ada satu unit mobil dan lima sepeda motor yang ikut terdampak, serta lima korban yang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.
Adapun di Kecamatan Guluk-Guluk, BPBD mencatat sedikitnya delapan bangunan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Bangunan tersebut terdiri atas lima rumah warga, dua kios, dan satu bangunan sekolah.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Sumenep telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
“Kami sudah membagikan secara simbolis kepada para korban berupa pemenuhan kebutuhan dasar, seperti sembako, terpal, dan kasur lipat,” kata Laili. (Al/Red)




