Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026
  • Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026
  • Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya
  • Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN
  • Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep
  • Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah
  • Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan
  • Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Kisah Pilu Pak Nurdin: Guru di Sumenep yang Diancam dengan Parang dan Motornya Dibakar

Kisah Pilu Pak Nurdin: Guru di Sumenep yang Diancam dengan Parang dan Motornya Dibakar

  • Januari 17, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

 

SUMENEP, 17 Januari (Selaksa) – Beberapa hari lalu, Senin (13/01/2025), Pak Nurdin (50), salah seorang guru SMA di Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Sumenep mengalami hal yang mungkin tak pernah ia duga sebelumnya; diancam pakai parang dan motornya dibakar hingga hangus oleh seorang pemuda setempat berinisial AQ.

Namun, itu bukanlah satu-satunya kisah pilu yang dialami dalam hidupnya. Kisah hidup Pak Nurdin sebagai seorang guru bisa dibilang jauh dari kata layak. Hal itu minimal bisa dilihat dari rumah yang ia tinggali sehari-hari.

Rumah tempat Pak Nurdin tinggal di Dusun Sabuah, Desa Pajanangger tampak jauh dari kata mewah. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu, atapnya dari genteng yang mulai menua, dan pintunya berupa kayu seadanya.

Di dalamnya, terlihat barang-barang kebutuhan pokok, seperti panci, wajan, dan peralatan dapur lainnya menggantung tak tertata memenuhi dinding bambu rumah berukuran sekitar 3 x 3 meter.

Pak Nurdin sudah tinggal di rumah ini selama bertahun-tahun. Saat musim hujan tiba, Pak Nurdin tetap bertahan di gubuk itu meskipun atapnya bocor di sana-sini. Ia hanya mampu menambal kebocoran dengan terpal bekas.

Gubuk Pak Nurdin tidak memiliki kamar mandi. Untuk mandi, ia harus menumpang ke kamar mandi masjid yang terletak tak jauh dari rumahnya.

Meski hidup dalam serba kekurangan, gubuk milik Pak Nurdin tak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Bahkan, ia tak pernah mendapatkan bantuan sosial, kecuali sekali menerima BLT sebesar Rp300.000 beberapa tahun silam.

“Seingat saya, hanya satu kali mendapatkan bantuan BLT senilai 300.000 rupiah. Itu beberapa tahun yang lalu,” ingatnya.

Selama ini, Pak Nurdin memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya dari upah menjadi guru yang jumlahnya tidak seberapa.

“Tidak sampai 1.000.000 perbulan Mas,” tuturnya.

Sejak peristiwa pengancaman dan motornya dibakar, Pak Nurdin sudah beberapa hari terakhir ini tidak mengajar. Tanpa kendaraan, ia tidak mampu menempuh perjalanan sekitar 3 KM ke sekolah untuk mengajar.

Bahkan sejak kemarin, Kamis (16/01/2025), dia jatuh sakit. “Saya hanya beraktifitas di dalam rumah, Mas,” katanya lirih, sembari sesekali terbatuk, Jumat (17/01/2025).

Di tengah segala keterbatasan dan penderitaan yang dialami, Pak Nurdin berharap kejadian serupa tidak lagi menimpa dirinya maupun guru-guru lain yang mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

“Semoga pelaku bisa sadar dan berubah,” harapnya.

Dia juga berharap pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku, agar keadilan tetap ditegakkan. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

SelaksaSeptember 21, 2026

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Pemkab Sumenep koordinasi penguatan akses pelayaran warga kepulauan dengan Kemenhub

Pemkab Sumenep gelar syukuran HUT ke-81 kemerdekaan RI

Berita Terbaru

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.