Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Warga Kangean Antusias Terima Bantuan Air Bersih dari BAZNAS Sumenep

DPRD-Pemkab Sumenep Sepakati Raperda APBD 2027, Wabup Sampaikan Apresiasi

DPRD Sumenep Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan APBD 2027

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Warga Kangean Antusias Terima Bantuan Air Bersih dari BAZNAS Sumenep
  • DPRD-Pemkab Sumenep Sepakati Raperda APBD 2027, Wabup Sampaikan Apresiasi
  • DPRD Sumenep Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan APBD 2027
  • Disbudpar Jatim Dampingi 18 Event Siapkan Materi Kurasi KEN 2027
  • Pemkab Sumenep Gelar Pembacaan Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali Sambut Hari Jadi dan Hari Santri
  • Wabup Sumenep Minta ASN Tingkatkan Kedisiplinan
  • Momentum Hari Jadi Sumenep, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
  • Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Pakai Pakaian Santri Selama Empat Hari
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Hitung-hitungan Ketua Banggar DPR; Estimasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun

Hitung-hitungan Ketua Banggar DPR; Estimasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Turun Jadi Rp174 Triliun

  • Juli 6, 2026
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

JAKARTA, 6 Juli 2026 – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, memperkirakan kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027 berada di kisaran Rp174 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi pagu indikatif sebelumnya yang mencapai Rp270,2 triliun.

Said mengatakan, estimasi tersebut didasarkan pada evaluasi kebutuhan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sasaran penerima manfaat program.

“Yang pertama, kita ingin melihat dulu dari 27.000 titik SPPG, seharusnya itu kan 21.000 kebutuhannya. Kemudian kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita. Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk seperti stunting dan ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun,” ujar Said kepada awak media di Kompleks Parlemen, Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

Meski begitu, Said menegaskan angka tersebut masih berupa perkiraan dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah maupun DPR.

Menurut dia, pembahasan resmi mengenai besaran anggaran Program Makan Bergizi Gratis dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 akan dilakukan bersama pemerintah sebelum APBN disahkan pada September mendatang.

“Diketoknya nanti di bulan September. Kalau diketok sendiri palunya juga enggak laku. Masa Banggar sendiri yang ketok? Kan harus sama pemerintah,” ucapnya.

Meski proyeksi anggaran menurun, Said memastikan kualitas layanan Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi prioritas. Menurut dia, efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan mutu gizi yang diterima para penerima manfaat maupun tata kelola program.

“MBG itu jangan sebentar-sebentar yang bombastis anggarannya sedemikian rupa. Tapi ketika turun, ‘Lah, kok turun?’ Bukan. Yang penting menjaga kualitas. Yang pertama tentu menjaga tata kelola dan kualitas gizi yang diterima oleh anak didik kita. Maka dengan penurunan anggaran itu, kualitasnya akan tetap terjaga,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, mengungkapkan pagu indikatif BGN untuk tahun anggaran 2027 mencapai Rp270,2 triliun. Dana tersebut dirancang untuk melayani sekitar 81,5 juta penerima manfaat melalui Program Makan Bergizi Gratis.

Namun, Agustina menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih akan dibahas bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

“Sekali lagi ini belum final karena belum dibahas. Nanti tolong hati-hati nulisnya. Kami masih akan terus membahas,” kata Agustina usai rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI pada Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap sasaran penerima manfaat sekaligus kebutuhan anggaran program. Salah satu simulasi yang tengah dikaji menunjukkan jumlah penerima manfaat berpotensi berkurang sekitar delapan juta orang sebagai bagian dari penajaman sasaran dan upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan program.

Evaluasi tersebut juga mencakup penataan tata kelola dapur penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tetap berjalan efektif dengan anggaran yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat. (*/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Wabup Sumenep Minta ASN Tingkatkan Kedisiplinan

SelaksaOktober 19, 2026

Momentum Hari Jadi Sumenep, Bupati Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Pemkab Sumenep Wajibkan ASN Pakai Pakaian Santri Selama Empat Hari

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Berita Terbaru

Warga Kangean Antusias Terima Bantuan Air Bersih dari BAZNAS Sumenep

DPRD-Pemkab Sumenep Sepakati Raperda APBD 2027, Wabup Sampaikan Apresiasi

DPRD Sumenep Sampaikan Laporan Hasil Pembahasan APBD 2027

Disbudpar Jatim Dampingi 18 Event Siapkan Materi Kurasi KEN 2027

Pemkab Sumenep Gelar Pembacaan Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali Sambut Hari Jadi dan Hari Santri

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.