Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya
  • Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN
  • Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep
  • Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah
  • Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan
  • Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat
  • Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Kapasitas Kader Posyandu di Desa Langsar
  • Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu Budayakan Hidup Bersih dan Sehat
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda » Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

  • September 21, 2026
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP, koranmadura.com – Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 tak hanya menjadi panggung pertunjukan seni dan kreativitas. Event yang digelar di kawasan Labang Mesem Keraton Sumenep itu dinilai menjadi salah satu ruang untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada masyarakat luas.

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, keberadaan event berbasis budaya seperti MEC penting untuk memastikan tradisi dan identitas Madura tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Madura Ethnic Carnival ini adalah wadah pelestarian budaya. Melalui kegiatan tersebut, harapan kami budaya Madura terus hidup, terkenal dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman,” kata Kiai Imam, sapaan akrabnya.

MEC 2026 digelar pada Sabtu (19/9/2026) di kawasan Labang Mesem Keraton Sumenep. Ribuan pengunjung memadati lokasi kegiatan yang diinisiasi Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) tersebut.

Gelaran itu juga dihadiri sejumlah tokoh kerajaan dan kesultanan Nusantara. Sejumlah wisatawan mancanegara turut menyaksikan parade yang menampilkan kreativitas peserta dengan mengangkat kekayaan budaya Madura.

Menurut Kiai Imam, Madura memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai pakaian adat, kesenian, tradisi, hingga berbagai ekspresi budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat.

Namun, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan warisan yang sudah ada. Generasi muda, kata dia, harus diberi ruang untuk terlibat secara langsung.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku dalam menjaga dan mengembangkan budaya. Harapannya, warisan budaya kita tidak hanya menjadi sejarah, tetapi tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Kiai Imam juga mengapresiasi peserta, pelaku seni, komunitas budaya, serta masyarakat yang ikut terlibat dalam MEC 2026.

Dia menilai kreativitas yang ditampilkan dalam MEC menunjukkan bahwa budaya lokal dapat dikemas dengan cara yang menarik tanpa harus menghilangkan nilai-nilai tradisional yang melekat di dalamnya.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Kiai Imam berharap MEC dapat menjadi media promosi potensi Sumenep dan Madura kepada masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan.

“Dengan kegiatan seperti ini, kekayaan seni dan budaya Madura bisa diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas,” katanya.

Pemkab Sumenep, lanjutnya, mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas, seniman, dan pelaku ekonomi kreatif dalam pengembangan kegiatan seni dan budaya.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kreativitas yang berangkat dari budaya lokal.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga budaya bersama-sama. Jadikan budaya sebagai identitas, kebanggaan dan kekuatan untuk membangun daerah,” pungkasnya. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

SelaksaSeptember 4, 2026

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Pemkab Sumenep koordinasi penguatan akses pelayaran warga kepulauan dengan Kemenhub

Pemkab Sumenep gelar syukuran HUT ke-81 kemerdekaan RI

Bakesbangpol Sumenep apresiasi keterlibatan parpol dan ormas dalam upacara peringatan HUT ke-81 RI

Berita Terbaru

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.