SUMENEP, 21 September 2026 – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dikukuhkan sebagai Dewan Pembina Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN). Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyematan selempang Dewan Pembina MAKN oleh PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung, disakaikan sejumlah perwakilan tokoh kerajaan dan kesultanan Nusantara.
Selain selempang, Bupati Sumenep juga menerima penyematan PIN MAKN serta sertifikat Dewan Pembina MAKN sebagai bentuk pengukuhan atas peran tersebut.
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam Gala Dinner bersama tokoh kerajaan dan kesultanan Nusantara di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jawa Timur, Jumat (18/9) malam.
Hadir dalam kegiatan itu antara lain deklarator, dewan kerajaan, dewan pakar, pengurus, pendamping MAKN, serta sejumlah tokoh dan trah Kesultanan Sumenep.
“Pengukuhan ini tentu menjadi amanah sekaligus tanggung jawab bagi kami untuk ikut menjaga dan melestarikan adat, budaya, serta sejarah yang menjadi bagian dari identitas Sumenep dan Indonesia,” kata Bupati Fauzi.
Gala Dinner tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertemuan tokoh kerajaan dan kesultanan Nusantara di Kabupaten Sumenep sekaligus menjadi forum silaturahmi untuk memperkuat upaya pelestarian adat dan kebudayaan Nusantara.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menempatkan Keraton Sumenep sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan yang memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem budaya daerah.
Dalam konteks tersebut, pelestarian budaya dinilai tidak hanya dilakukan melalui pemeliharaan peninggalan sejarah, tapi juga harus melalui kegiatan kreatif dan kolaboratif yang melibatkan generasi muda, pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat.
“Kami ingin kebudayaan tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi terus hidup, berkembang, dan dikenal oleh generasi muda. Karena itu, kolaborasi dengan para pemangku adat dan budaya menjadi sangat penting,” ujarnya.
Kehadiran para tokoh kerajaan dan kesultanan Nusantara di Sumenep kali ini sekaligus untuk menyaksikan kegiatan Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 yang mengusung tema “Keraton Sumenep”. (Al/Red)
