SUMENEP, 28 Agustus 2026 – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menanam sebanyak 1.500 bibit mangrove di kawasan pesisir Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah abrasi.
Kegiatan penanaman bibit mangrove tersebut mengusung tema “Pers Menjaga Pesisir untuk Masa Depan Sumenep”
Ketua JMSI Kabupaten Sumenep Supanji mengatakan penanaman 1.500 bibit mangrove dilakukan secara bertahap sejak Kamis (27/8) hingga Jumat, menyesuaikan kondisi pasang surut air laut di kawasan tersebut.
“Penanaman 1.500 bibit mangrove Iki kami lakukan secara bertahap mulai dari kemarin sampai hari ini,” katanya.
Supanji mengatakan penanaman mangrove tidak hanya ditujukan untuk menambah vegetasi di kawasan pesisir, tapi juga diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan, khususnya di kawasan Pantai Matahari.
“Ini merupakan langkah kecil dari teman-teman JMSI, tapi besar harapan kami semoga kegiatan ini memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan di masa yang akan datang,” ujarnya.
JMSI Sumenep berkomitmen menjadikan gerakan peduli lingkungan tersebut sebagai agenda yang dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Sudah menjadi komitmen teman-teman JMSI untuk menggelar kegiatan seperti ini setiap tahun sebagai langkah nyata kepedulian kami terhadap lingkungan, baik kawasan pesisir maupun destinasi wisata,” katanya.
Sebelum penanaman mangrove, JMSI Sumenep juga menggelar aksi bersih-bersih pantai dengan melibatkan sejumlah pihak, antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengelola Pantai Matahari, dan Pemerintah Desa Lobuk.
Supanji menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep yang turut hadir dalam kegiatan penanaman mangrove.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir dan destinasi wisata di Kabupaten Sumenep.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, DPRD Sumenep, Said Abdullah Institute, Pakoe Original, BPRS Bhakti Sumekar, SKK Migas Jabanusa, HCML, Medco Energi, KEI, Pemerintah Desa Lobuk, pengelola Pantai Matahari Lobuk, DLH Sumenep, RSUD Moh. Anwar Sumenep, DRT The Big Family, Djava, PR Bahagia, dan Haswal Group. (Al/Red)
