SELAKSA – Perubahan ritme harian selama Ramadan kerap membuat waktu tidur bergeser. Sahur yang berlangsung dini hari dan ibadah malam yang lebih panjang sering berujung pada rasa kantuk di siang hari. Meski demikian, kondisi tersebut sebenarnya bisa diantisipasi dengan pengaturan pola istirahat yang tepat.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan agar tetap segar selama menjalani puasa.
Tidur Lebih Awal Setelah Tarawih
Pos Terkait:
Menggeser waktu tidur menjadi lebih awal merupakan strategi paling efektif. Setelah salat tarawih, sebaiknya tubuh segera diistirahatkan agar kebutuhan tidur harian tetap terpenuhi. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur 7–9 jam per hari, yang dapat dibagi dalam beberapa sesi selama Ramadan.
Manfaatkan Tidur Singkat di Siang Hari
Tidur singkat selama 20–30 menit pada siang hari terbukti membantu memulihkan energi. Waktu yang relatif ideal adalah setelah zuhur atau saat jeda istirahat kerja. Namun, durasinya perlu dijaga agar tidak terlalu lama karena justru dapat menimbulkan rasa pusing setelah bangun.
Batasi Aktivitas Begadang
Kebiasaan begadang tanpa kebutuhan mendesak sebaiknya dihindari. Paparan gawai, tontonan, atau aktivitas sosial hingga larut malam dapat mengganggu ritme biologis tubuh. Jika harus terjaga, penting untuk mengompensasi dengan waktu tidur tambahan.
Perhatikan Asupan Saat Sahur dan Berbuka
Kualitas tidur juga dipengaruhi pola makan. Konsumsi kafein berlebihan pada malam hari sebaiknya dibatasi karena dapat menghambat kantuk. Selain itu, hindari makan terlalu berat menjelang tidur. Saat sahur, makanan tinggi protein dan cairan yang cukup membantu menjaga energi sepanjang hari.
Jaga Konsistensi Jam Istirahat
Tubuh cenderung lebih mudah beradaptasi jika memiliki jadwal yang konsisten. Menetapkan jam tidur dan bangun yang relatif sama setiap hari, mengurangi paparan layar sebelum tidur, serta menjaga suasana kamar tetap nyaman dapat meningkatkan kualitas istirahat.
Tetap Bergerak dengan Aktivitas Ringan
Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau peregangan menjelang berbuka dapat membantu tubuh tetap bugar dan tidur lebih nyenyak pada malam hari. Namun, aktivitas fisik berat mendekati waktu tidur sebaiknya dihindari karena bisa membuat tubuh sulit beristirahat.
Seimbangkan Ibadah Malam dan Waktu Tidur
Ibadah malam tetap menjadi bagian penting Ramadan. Namun, pengaturannya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh. Jika rutin mengikuti qiyamul lail, menambah waktu tidur lebih awal atau memanfaatkan tidur singkat di siang hari menjadi langkah yang dianjurkan.
Kesimpulan
Rasa kantuk di siang hari selama Ramadan bukan kondisi yang tak terelakkan. Dengan manajemen tidur yang disiplin, pengaturan aktivitas malam, serta pola makan yang tepat, tubuh tetap dapat berfungsi optimal selama berpuasa. Kuncinya terletak pada konsistensi menjaga keseimbangan antara ibadah, aktivitas, dan istirahat. (*)




