Close Menu
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
What's Hot

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram Threads
SelaksaSelaksa
Cari di sini Subscribe
  • POLITIK
  • HUKUM
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • EKONOMI
  • SOSIAL
  • BUDAYA
  • WISATA
  • EVENT
  • ADVERTORIAL
Trending
  • Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026
  • Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026
  • Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya
  • Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN
  • Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep
  • Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah
  • Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan
  • Sumenep bersholawat, ikhtiar pemkab merawat tradisi religius dan kebersamaan masyarakat
SelaksaSelaksa
  • LENSA
  • Teknologi
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Science
  • Sports
  • Health
  • Gaming
Beranda ยป Perempuan dalam Gubuk dan Diam yang Panjang itu Bernama Arbami

Perempuan dalam Gubuk dan Diam yang Panjang itu Bernama Arbami

  • April 24, 2025
  • No Comments

BAGIKAN

  • Publisher : Selaksa
  • Editor : Redaksi

SUMENEP, 24 April (Selaksa) – Di sebuah gubuk kecil berdinding bambu di Desa Beringin, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, seorang perempuan bernama Arbami berdiam dalam keheningan yang nyaris ‘abadi’.

Wajahnya selalu murung, tatapan matanya kosong. Rambut lurusnya dibiarkan terurai lusuh. Sudah dua dekade lebih ia lumpuh.

Tak ada yang tahu pasti apa penyakitnya, tak ada pula yang mampu mengurai trauma yang mungkin bersarang di benaknya. Arbami sulit diajak bicara.

“Dia ditinggal mati oleh suaminya. Dia tidak bisa berjalan, akhirnya saya bawa pulang ke sini,” kata Mastuya, adik satu-satunya Arbami.

Arbami hidup tanpa anak. Ia bergantung sepenuhnya pada Mastuya yang juga hidup dalam kekurangan bersama suami dan empat anaknya dengan penghasilan tak menentu.

Meski begitu, Arbami nyaris tak pernah mendapat uluran tangan negara. Tak ada bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) maupun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyapanya.

“Seingat saya, bantuan untuk kakak saya hanya saat korona (Covid-19). Saya dan kakak mendapat uang Rp 300.000. Sebelumnya dan setelah itu, setelah korona, tidak pernah dapat bantuan apa pun,” tutur Mastuya.

Penelusuran Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (Laziznu) Pengurus Cabang NU Sumenep menguatkan pengakuan Mastuya.

“Memang mereka, Arbami dan Mastuya, tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ucap A Quraisyi, perwakilan Laziznu PC NU Sumenep.

Melihat kondisi Arbami, Quraisyi menilai negara semestinya hadir. “Kebutuhannya jelas: sandang, pangan, dan layanan kesehatan. Ini tanggung jawab negara,” katanya.

Tim Laziznu sempat mencoba pengobatan dengan pendekatan thibbun nabawi atau pengobatan ala Nabi. Tubuh Arbami merespons. Namun, tanpa pendampingan medis dan latihan fisik rutin, kemajuan itu sulit dilanjutkan.

“Ibu Arbami ini mengalami gangguan fisik dan psikis. Kata adiknya, sudah sejak 25 tahun lalu,” ujar Quraisyi. “Kami sudah berkomunikasi dengan warga dan sepakat untuk bantu menghubungkan dengan pemerintah desa, Dinas Sosial, dan pendamping PKH.”

Sebagai bentuk kepedulian awal, Laziznu menyerahkan bantuan sembako, empat ekor ayam, dan sejumlah uang tunai. (Al/Red)

Leave A Reply Cancel Reply

LENSA

Juni 22, 2026

“MIN HAITSU LA YAHTASIB”; KISAH JURNALIS SUMENEP MENJADI PETUGAS HAJI MCH 2026

Februari 20, 2026

Cara Mengatur Pola Tidur Selama Ramadan agar Tidak Ngantuk

Februari 18, 2026

Tips Sahur Sehat agar Puasa Tidak Lemas

Desember 22, 2025

Surat Cinta untuk Ibu dari Siswa-siswi MI At-Taufiqiyah

Baca Juga

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

SelaksaSeptember 21, 2026

Bappeda Sumenep dorong partisipasi publik dalam pembangunan daerah

Bappeda Sumenep jadikan kearifan lokal sebagai pijakan perencanaan pembangunan

Pemkab Sumenep koordinasi penguatan akses pelayaran warga kepulauan dengan Kemenhub

Pemkab Sumenep gelar syukuran HUT ke-81 kemerdekaan RI

Berita Terbaru

Banggar DPRD Sumenep – TAPD bahas evaluasi gubernur atas APBD perubahan 2026

Pemkab Sumenep Perluas Akses Kerja Lewat Job Fair 2026

Wabup Sumenep Apresiasi MEC 2026 sebagai Ruang Pelestarian Budaya

Bupati Sumenep Dikukuhkan sebagai Dewan Pembina MAKN

Sejumlah raja dan sultan dijadwalkan hadiri Madura Ethnic Carnival di Sumenep

Load More
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp TikTok Telegram
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Indeks Berita
© 2026 SELAKSA.CO.ID

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.