SUMENEP 16 Januari 2026 (Selaksa) – Angin kencang dan gelombang tinggi menyebabkan aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Jawa Timur, dihentikan sementara selama beberapa hari terakhir.
Akibatnya, sejumlah warga kepulauan tak dapat kembali ke daerah asalnya. Mereka terpaksa menunggu di Terminal Pelabuhan, dan sebagian lainnya tinggal di rumah-rumah singgah di wilayah Kecamatan Kota.
Karena telah beberapa hari tertahan akibat cuaca buruk, sebagian calon penumpang kapal tujuan kepulauan itu melapor ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep untuk meminta bantuan makanan setelah persediaan logistik mereka mulai menipis.
Merespons laporan tersebut, Baznas Sumenep langsung menyalurkan bantuan logistik berupa makanan. Bantuan diantar langsung ke rumah singgah warga Pulau Sapeken di Kecamatan Kota.
“Mereka warga Kepulauan Sapeken melapor ke Baznas, meminta bantuan makanan karena sudah sepekan berada di rumah singgah dan belum bisa pulang akibat cuaca buruk,” kata Ketua Baznas Sumenep Ahmad Rahman.
Menurutnya, Baznas Sumenep akan berupaya terus memberikan bantuan makanan hingga kondisi cuaca membaik dan pelayaran kembali dibuka.
“Selama belum ada kapal karena cuaca, mereka akan terus kita bantu makanan,” ujarnya.
Baznas Sumenep juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan instruksi bupati untuk siaga menghadapi potensi bencana, termasuk dampak cuaca ekstrem yang mengganggu transportasi laut.
Baznas Sumenep berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga kepulauan yang tertahan akibat cuaca buruk, dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi hingga kondisi kembali normal.
Sementara itu, salah seorang warga Sapeken, Hijra, mengaku bantuan dari Baznas Sumenep tersebut sangat membantu warga yang tertahan.
Dia mengaku bekalnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sudah semakin terbatas setelah beberapa hari tidak ada kepastian jadwal pelayaran.
“Bantuan ini sangat kami syukuri, dan kami mengucapkan terima kasih pada Baznas Sumenep. Sudah beberapa hari kami tertahan karena cuaca, dan bekal mulai menipis,” ujar Hijra. (Al/Red)








