SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menghidupkan kegiatan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) sebagai upaya membangun budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) tentang Gerakan Masyarakat Sehat dengan Berolahraga.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Raden Achmad Syahwan Effendy, mengatakan pengaktifan kembali SKJ bertujuan memberdayakan sekaligus melestarikan kegiatan olahraga agar tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.
Menurut dia, kegiatan senam akan dilaksanakan secara menyeluruh setiap hari Jumat pagi di masing-masing kecamatan, sekolah, serta unit instansi lainnya. Sementara itu, khusus pegawai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep, senam dipusatkan di halaman Kantor Bupati Sumenep.
“Kami mengaktifkan kegiatan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) setiap hari Jum’at pagi di masing-masing Kecamatan, Sekolah dan Unit Instansi lainnya, khusus untuk Pegawai OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep bergabung di Halaman Kantor Bupati Sumenep,” tegas Syahwan, Senin (12/1/2026).
Selain SKJ rutin, Pemkab Sumenep juga mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan senam pagi yang digelar setiap hari Ahad pukul 06.00 WIB dalam agenda Car Free Day (CFD) di sebelah timur Taman Bunga.
“Kami juga melakukan penyebarluasan informasi kepada lingkungan kerja dan masyarakat untuk berpartisipasi mengikuti senam pagi setiap hari Ahad pukul 06.00 WIB di agenda Car Free Day,” ujarnya.
Tak hanya itu, Syahwan juga mengimbau para orang tua dan masyarakat agar mengarahkan putra-putrinya yang memiliki bakat olahraga untuk bergabung dengan klub cabang olahraga yang menyediakan pembinaan usia dini sesuai minat dan bakat.
“Kami juga mengimbau agar para karyawan dan masyarakat sekitar bisa mengarahkan putra-putrinya yang memiliki bakat olahraga untuk bergabung pada klub cabang olahraga yang menyediakan pembinaan usia dini sesuai minat dan bakat,” imbuhnya.
Pemkab Sumenep juga menaruh perhatian pada pelestarian olahraga rekreasi, khususnya olahraga tradisional, agar tetap hidup di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
“Termasuk juga melakukan upaya melestarikan Olahraga Rekreasi khususnya Olahraga Tradisional di lembaga-lembaga pendidikan atau lingkungan masyarakat,” tutupnya. (Al/Red)









