SUMENEP – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memastikan belum menemukan kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu di wilayahnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep Achmad Syamsuri mengatakan hingga kini belum ada laporan maupun temuan kasus tersebut.
“Sampai sekarang belum ada temuan atau laporan kasus super flu di Sumenep,” kata Syamsuri.
Meski belum ditemukan kasus, Dinkes P2KB meminta seluruh penanggung jawab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di puskesmas tetap siaga. Mereka diminta memantau perkembangan informasi serta kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
“Kami sudah menginformasikan kepada seluruh PJ ISPA di puskesmas agar waspada terhadap perkembangan informasi yang beredar terkait super flu,” ujar Syamsuri.
Ia menambahkan, hingga saat ini Dinkes P2KB Sumenep belum menerbitkan surat edaran kewaspadaan secara resmi. Hal itu karena belum ada kebijakan tertulis dari Kementerian Kesehatan.
“Kami belum mengeluarkan surat kewaspadaan karena sampai sekarang belum ada surat edaran dari Kemenkes,” kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A subclade K di delapan provinsi di Indonesia, termasuk Jawa Timur. (Al/Red)








