SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kian serius menggarap sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Tahun 2026 ini, target kunjungan wisatawan dipatok sebanyak 1,9 juta orang, naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 1,7 juta kunjungan.
Kepala Disbudporapar Sumenep Moh. Iksan mengatakan, kenaikan target bukan sekadar ambisi, melainkan didasarkan pada capaian riil tahun sebelumnya.
“Melihat perkembangan wisata tahun lalu yang cukup stabil, kami optimistis target bisa ditingkatkan menjadi 1,9 juta kunjungan,” kata Iksan, Selasa (6/1/2026).
Untuk mengejar target tersebut, Pemkab Sumenep menyiapkan kalender pariwisata yang lebih agresif. Sepanjang 2026, sekitar 110 agenda wisata akan digelar dan tersebar di berbagai wilayah.
Menurut Iksan, event-event tersebut tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi strategi promosi dan branding daerah.
Beragam kegiatan budaya, olahraga, hingga hiburan rakyat disiapkan untuk memperkuat citra Sumenep sebagai destinasi wisata unggulan di Madura.
“Event kami konsep sebagai bagian dari strategi branding agar Sumenep semakin dikenal sebagai daerah tujuan wisata,” ujarnya.
Selain mengandalkan event, kesiapan destinasi unggulan turut menjadi perhatian. Sejumlah objek wisata favorit seperti Pantai Lombang, Pantai Slopeng, serta kawasan wisata religi Asta Tinggi masih menjadi andalan untuk menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Pemkab Sumenep juga terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana pendukung di kawasan wisata demi kenyamanan dan keamanan pengunjung.
“Peningkatan fasilitas menjadi bagian penting agar wisatawan merasa aman dan nyaman saat berkunjung,” pungkas Iksan. (Al/Red)









